IDI RAYEK – Birokrat asal Aceh, Tarmizi A. Karim, kembali menegaskan dirinya siap bertarung di Pemilukada 2017 mendatang. Posisinya yang strategis di kementerian pun ditinggalkan. Apa yang membuat mantan Bupati Aceh Utara ini kukuh merebut Aceh-1? 

Simak wawancara Maulana Amri dari portalsatu.com dengan Tarmizi Karim di Gampong Pasir Putih, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur, Jumat, 15 April 2016, berikut ini:

Apa yang membuat Anda berani meletakkan jabatan strategis demi bertarung pada Pemilukada/Pilkada Aceh 2017 mendatang?

Pada  prinsipnya, masyarakat Aceh meninginkan perubahan. Ingin mulai membangun kembali mental hidupnya, dan menginginkan kembali semangat rakyatnya. Namun semua itu tidak terlepas dari bersatunya kita, sesuai dengan icon yang kita terapkan, 'Aceh bersatu dan Aceh maju'. Berdasarkan itulah kita mulai merajut semua elemen dalam masyarakat untuk maju membawa perubahan. Tujuan 'Aceh bersatu dan Aceh maju' adalah kita tidak menginginkan rakyat Aceh ada yang bertengkar, ribut bersama dan sebagainya.

Apa kendaraan politik yang bakal Anda tumpangi nanti?

Kita akan lewati jalur partai. Selama ini komunikasi intens terus kita bangun  dengan beberapa partai nasional, bahkan dalam beberapa waktu ini saya akan kembalikan formulir pendaftaran kepada Partai Amanat Nasional.

Mengapa Anda tidak memilih jalur independen?

Saya tidak maju lewat jalur independen, saya ingin bangun partai. Partai merupakan wadah aspirasi masyarakat, seiring nanti kita membangun aspirasi masyarakat, kita juga secara otomatis telah membangun partai. Prinsip partai bersatu untuk mengayomi masyarakat.

Dalam hal ini juga pada pilkada mendatang harus mampu memberikan edukasi politik untuk masyarakat, tidak boleh kita tipu-tipu masyarakat. Maka dalam hal ini kita harus memberikan sumbangan politik kepada masyarakat yang bisa membangkitkan kembali semangat dan mentalnya.

Siapa yang akan mendampingi Anda pada Pemilukada 2017 mendatang?

Berbicara pendamping ini, nanti akan ditentukan oleh partai. Saya ini orang birokrat, kita lihat saja nanti siapa yang layak. Intinya juga kita melihat sosok yang seimbang untuk membangun wilayah.

Bagaimana pandangan Anda terkait pemabahasan revisi Qanun Pemilukada yang sedang digodok DPR Aceh?

Menurut padangan saya, itu hanya dinamika politik. Namun kita berharap dinamika politik yang dimainkan adalah dinamika politik yang harus menampung aspirasi semua pihak. Dalam hal itu semua elemen harus bisa diberi ruang geraknya, tidak boleh diatur sebagian pihak. Berilah ruang kepada mereka (jalur indepeden, red) untuk bisa mengatur langkah-langkah mereka.[](bna)