IDI RAYEK – Janda bersama dua anaknya asal Nias resmi memeluk Islam di Peureulak. Prosesi pensyahdatannya digelar di Masjid Manzilul Minan, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, sekira pukul 22:00, Kamis malam, 30 Juni 2016.
Janda tersebut bernama Notilia Waruwu, 36 tahun. Sedangkan dua anaknya, Filipus Meitriboy Gulo, 13 tahun, dan Katarina Adwinda Gulo, 11 tahun. Sebelumnya, janda dan dua anak ini berdomisili di Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idano Gawo, Nias. Setelah memeluk Islam ketiganya diganti nama menjadi Nurjannah, M. Firdaus dan Khairina.
Informasi dihimpun portalsatu.com, prosesi pensyahadatan dipimpin Tgk. Abdubakar Amin selaku Imam Besar Masjid Manzilul Minan dan disaksikan Tgk.H.Anwar Abda (Ketua Badan Kemakmuran Masjid) dan Tgk. Saiful Mulki (Ketua Badan Komunikasi Pemuda, Remaja Masjid Indonesia/BKPRMI) Kecamatan Peureulak Barat, dan para jemaah salat tarawih.
Sebelumnya mereka memeluk Kristen Khatolik. Alhamdulillah, sekarang sudah memeluk agama kita Islam dan telah menjadi saudara kita seiman dan seagama. Sebuah kebesaran Allah yang telah melimpahkan rahmat dan pentunjuk-Nya, lebih-lebih di bulan Ramadan ini, kata Ketua BKPRMI Pereulak Barat, Saiful Mulki.
Menurut Saiful , ketiga mualaf itu kini tinggal bersama M. Yusuf, kakak kandungnya. M. Yusuf sebelumnya juga beragama Kristen Khatolik, namun sejak setahun lalu telah memeluk Islam dan menetap di Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat.
Untuk sementara ketiganya tinggal bersama M. Yusuf. Sedangkan Kedua anaknya rencananya akan sekolah di MIN Gempong Beusa dan SMPN 1 Peureulak Barat, katanya.
Saiful menceritakan, Firdaus bersama ibu dan adiknya pada awal Ramadan menjenguk M. Yusuf di Aceh. Tiba-tiba Firdaus jatuh sakit. Lalu M. Yusuf meruqyahnya dengan membacakan beberapa ayat Alquran dan menghembuskan ke air, lalu diminumkan sehari setelah diruqyah, Firdaus sembuh.
Lalu ketiganya mendapat petunjuk dan mengaku ingin masuk Islam dan menetap di Aceh, kata Saiful Mulki.
Sementara dalam waktu dekat ini, lanjut Saiful, keluarga asal Nias itu akan mengurus seluruh adminitrasi kependudukan agar bisa menetap di Aceh .
“Mereka setahu kita sudah mengajukan surat pindah dari Nias ke Aceh dengan harapan akan menetap di Aceh seperti M. Yusuf,” ungkap Saiful.[]


