LHOKSEUMAWE- Proses alih bentuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah akan dilanjutkan oleh pemerintahan baru di bawah Presiden RI Prabowo Subianto. Seluruh tahapan yang telah dilakukan selama ini tidak akan diulang kembali, karena seluruhnya sudah dianggap memenuhi syarat.
Hal itu disampaikan Wakil Rektor II IAIN Lhokseumawe, Dr. Darmadi M.Si., setelah mengikuti rapat secara virtual bersama 11 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan yang sedang berproses alih bentuk dari IAIN menjadi UIN dan STAIN menjadi IAIN, Kamis, 24 Oktober 2024.
Rapat tersebut diprakarsai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) bersama Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Hukum (Kemenkum). Rapat virtual itu juga diikuti Wakil Rektor I IAIN Lhokseumawe, Dr. Iskandar M.Si.
Wakil Rektor II IAIN Lhokseumawe, Darmadi, dalam keterangannya, Sabtu, 26 Oktober 2024, mengatakan Kemenpan RB menyatakan bahwa proses alih bentuk ini akan dilanjutkan, karena izin prakarsa penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) telah keluar.
“Alhamdulillah, izin prakarsa kesebelas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sedang proses alih bentuk ini telah keluar. Dan selanjutnya prosesnya adalah penyusunan dan penyelarasan Perpres untuk masing-masing PTKIN yang alih bentuk tersebut. Ini merupakan penjelasan disampaikan tim dari Kemenpan RB yang mengawal proses ini,” kata Darmadi.
Menurut Darmadi, tahap berikutnya akan dilanjutkan ke proses penandatanganan Perpres yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
“Hanya menyesuaikan perubahan administrasi saja, dari yang sebelumnya dirancang akan ditandatangani Presiden Joko Widodo, diubah menjadi akan ditandatangani Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Darmadi.
Mneurut Darmadi, karena kabinet baru terbentuk, proses penandatanganan ini mungkin butuh waktu untuk penyesuaian dan penyelarasan draf Perpres .
“Kita berharap tahapan ini dapat terlaksana sesuai rencana, dan bisa menjadi kado pertama Presiden Prabowo untuk Aceh,” ujar Darmadi.[]



