BANDA ACEH Debat kandidat Wali Kota-Wakil Wali Kota Banda Aceh putaran pertama berlangsung alot. Kedua pasangan sama-sama menampilkan pesona masing-masing. Uniknya, kubu Illiza-Farid menampilkan keberhasilan Kota Banda Aceh, sedangkan Aminullah-Zainal memaparkan hal sebaliknya.
Hal tersebut menjadi unik karena paparan keduanya sangat kontras. Illiza memaparkan beberapa hal yang disebut sebagai keberhasilannya dalam menjalankan pemerintahan kota. Ia menyebut beberapa kemajuan di antaranya Pendapatan Asli Daerah atau PAD Banda Aceh meningkat, jumlah wisatawan bertambah, serta pendidikan diniyah yang semakin maju. Illiza juga menyebutkan penerapan syariat Islam semakin baik.
Kita telah mencapai pencapaian-pencapaian yang fantastis. Indeks Pembangunan Manusia di Banda Aceh berada pada peringkat kedua di Indonesia, ucap Illiza di segmen pertama debat kandidat tersebut.
Hal sebaliknya dipaparkan Aminullah Usman. Mantan Direktur Utama Bank Aceh ini mengatakan, pemerintahan di bawah komando Illiza menampakkan berbagai kelemahan. Menurut Amin, masih banyak hal yang tidak beres di Banda Aceh. Salah satunya, jumlah pengangguran yang bertambah, persoalan air bersih dan pasokan listrik terus bermasalah dan tak kunjung selesai.
APBK Banda Aceh setiap tahun lebih dari cukup, tapi masyarakat kecewa dengan pertumbuhan ekonomi yang menurun. Pengangguran pada tahun 2012 tercatat 7 persen, sedangkan tahun 2015 meningkat menjadi 12 persen. Persoalan air bersih dan listrik juga tak kunjung usai, kata Aminullah.[]


