BANDA ACEH – Awali hari-hari  pertama di Pendopo, Wali kota dan wakil wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman SE AK MM dan Drs Zainal Arifin yang baru dilantik oleh Gubernur Aceh, Dr. drh Irwandi Yusuf MSc, mengundang sejumlah ulama kharismatik, pimpinan dayah, tokoh masyarakat, cendikiawan, para imum chik masjid dalam rangka Peusijeuk (tepung tawar) dan ber-tabarruk (mencari berkah) kepada para ulama sebagai pewaris nabi.

“Saya tidak akan mengawali kegiatan dinas di pendopo sebelum mendapat restu dan berharap keberkahan dari para ulama sepuh di Aceh. Oleh karena demikian tekad saya dari awal. Yang pertama saya undang ke pendopo Wali Kota adalah ulama. Dalam pengambilan kebijakan pembangun terutama yang berkaitan dengan syariat Islam menuju kota Gemilang akan melibatkan ulama. Karena ulama lebih paham tentang syariat Islam. Kota Banda Aceh juga tidak akan dibangun tanpa zikir,” kata Aminullah di Meuligoe Wali Kota Banda Aceh, 8 Juni 2017.

Amin-Zainal dipeusijuk oleh tiga ulama sepuh Aceh, Waled Hasanul Basri HG (Abu Mudi), Waled Marhaban Bakongan, dan Abah Asnawi Lamno.

Dalam taujiihaat (arahan) yang disampaikan oleh Waled Marhaban Bakongan antara lain; berharap pemerintahan Amin-Zainal fokus membangun dan mempertahankan syariat Islam.

“Dan tentunya kami sangat terbuka dan siap kapanpun jika dibutuhkan sumbangsih untuk membangun sesuai yang sudah termaktub dalam visi misi pemerintah Kota Banda Aceh lima tahun ke depan,” kata Waled Marhaban Bakongan.

Turut dihadiri juga oleh Tu Bulqaini Tanjungan, Waled Rusli Daud,Tgk Tarmizi Daud dan sejumlah tokoh laninya. Amin-Zainal dan para undangan prosesi peusijuk semua menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Abu Hasan Asy'ari di Dayah Markaz Al Ishlah Al Aziziyah, Lueng Bata, Pimpinan Tu Bulqaini Tanjungan sebagai isyarat memperkuat ahlusunnah wal jamaah di Banda Aceh.[] (rel)