BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman atau akrab disapa Bang Carlos berjanji akan mempermudah pengurusan perizinan untuk investor yang akan menanamkan modalnya di Banda Aceh. Janji ini disampaikan Amin Carlos pada sesi wawancara bertajuk “Tokoh Bicara” di salah satu stasiun radio di Jakarta, Minggu, 16 Juli 2017.
Aminullah mengatakan dirinya selama ini telah mempelajari kenapa para investor seperti enggan menanamkan modalnya atau membuka usaha di Banda Aceh. Salahsatunya adalah persoalan administrasi.
Aminullah menyebutkan Banda Aceh sebagai ibukota provinsi memiliki sejarah panjang. Kota ini berpotensi besar dalam meningkatkan sektor wisata, terutama wisata islami.
“Wisata ini butuh infrastruktur pendukung dengan dana besar, karena itu kita butuh investor. Saya sudah perintahkan jajaran Saya untuk mempermudah pengurusan perizinan,” kata Aminullah.
Dia memastikan tidak ada kendala bagi investor masuk ke Banda Aceh, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan. Apalagi pihaknya akan menggandeng seluruh elemen dalam memajukan Kota Banda Aceh termasuk TNI/Polri.
Saya pastikan investor akan aman dan nyaman, kalau ada kendala tolong dilaporkan dan kami akan berikan perlindungan, katanya.
Bersama Zainal Arifin sebagai Wakil Walikota Banda Aceh, Aminullah akan terus berupaya membuka kesempatan kerja seluas-luasnya untuk warga Kota Banda Aceh. Menurutnya dengan mempermudah perizinan untuk investor, yang kemudian membuat mereka tertarik menanamkan modalnya di Banda Aceh, maka akan mampu menampung tenaga kerja.
Saat ini angka pengangguran di Banda Aceh mencapai 12%, kalau ada pengusaha yang akan membangun hotel, pusat perbelanjaan dan usaha-usaha besar lainnya tentu akan menjadi solusi terhadap persoalan pengangguran ini, ujar Walikota yang hobi bola ini.
Dalam kesempatan ini, Amin juga berbicara banyak hal tentang persolaan kota dengan menjawab sejumlah pertanyaan dari telepon masuk ke stasiun radio tersebut. Salah satunya terkait air bersih yang menurut Amin menjadi target prioritas yang akan diselesaikan pemerintahannya.
Air bersih adalah prioritas. Hari pertama saya bekerja langsung turun ke PDAM dan melihat langsung seperti apa kendalanya. Memang butuh waktu untuk mengatasi soal air bersih ini, tapi saya juga minta Dirut PDAM agar memikirkan solusi jangka pendek dulu sambil kita menemukan langkah konkrit. Target Saya persoalan air bersih bisa selesai di tahun 2019, ungkap Amin.
Selain itu, Amin juga berbicara soal penegakan syariat dan pendidikan. Sektor agama, terutama penegakan syariat Islam akan terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan. Amin juga mewacanakan membangun satu lokasi zikir yang akan mampu menampung 20 ribu hinga 30 ribu jamaah.
Menurut Amin, pusat zikir ini nantinya akan menjadi ikon baru Aceh dan Indonesia.
Kemudian di sektor pendidikan, Amin akan mencoba membangun sekolah unggul yang memiliki kualitas di setiap kecamatan. Minimal setiap kecamatan ada satu sekolah unggul, baik SD maupun SMP, ujarnya.[]

