BANDA ACEH Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyambut positif wacana Internasional Social Sport Development Foundation (ISSDF) yang akan mendirikan sebuah sekolah sepakbola dengan standar internasional di Banda Aceh. Hal ini disampaikan Aminullah saat audiensi dengan Ketua ISSDF Indonesia, Hasnuriyadi Sulaiman bersama tim dari Real Madrid Foundation, di pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu, 15 Oktober 2017.
Hadir dalam audiensi ini Hasnuryadi Sulaiman, Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif dan Sabri Badruddin dari DPRK Banda Aceh.
Menurut Wali Kota Aminullah, ini merupakan kesempatan yang baik dalam rangka pembinaan sepakbola di Banda Aceh dan Aceh secara umum.
Ini sejalan dengan cita-cita kita, dan akan semakin maksimal kalau Real Madrid Foundation berkeinginan membantu dan hadir di Banda Aceh, ujar Wali Kota Banda Aceh yang akrab disapa Bang Carlos ini.
Terkait infrastruktur, Aminullah mengatakan, Banda Aceh telah memiliki sejumlah fasilitas seperti lapangan sepakbola yang layak. Ditambah lagi tahun ini Pemko memiliki program membangun lapangan sepakbola dengan kualitas rumput terbaik di setiap kecamatan.
Tentunya lapangan kecamatan ini nantinya akan bisa dimanfaatkan oleh SSB ini, kata Bang Carlos.
Disinggung apa mungkin Real Madrid Foundation dapat bekerjasama dengan Persiraja, Walikota mengatakan kehadiran SSB di bawah naungan ISSDF ini lebih kepada program sosial. Nantinya dalam program itu akan diberi kesempatan kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan sosial tapi memiliki bakat dalam sepakbola. Namun, kalau dimungkinkan dan memberi dampak positif bagi Persiraja, bisa saja dilakukan pembicaraan dengan pihak manajemen Tim Lantak Laju tersebut.
Namun, lanjut Aminullah, dirinya mengaku akan membahas lebih dalam dengan KONI Banda Aceh dan akan melakukan studi banding ke daerah lain seperti Banjar Baru, Samarinda atau Jogjakarta.
Kita juga tidak mau seperti beli kucing dalam karung, kita ingin lihat dulu seperti apa keberhasilannya di daerah lain, kata Aminullah.
Sementara itu Hasnuryadi yang juga Manager Tim Barito Putra ini mengatakan, Banda Aceh merupakan kota ke empat di Indonesia yang menjadi pilihan ISSDF untuk mendirikan SSB berkurikulun dan standar Real Madrid.
Banda Aceh dipilih karena dikenal memiliki bibit sepakbola yang bagus. Kita berharap akan lahir pesepakbola nasional lagi dari sini, seperti Ismed Soyfan, ujarnya.
Hasnuryadi yang juga anggota Komisi X DPR-RI ini juga mengatakan, untuk mendirikan Real Madrid Foundation di Banda Aceh syaratnya harus memiliki infrastruktur fasilitas olahraga seperti lapangan yang layak.
Kemudian harus disipakan yayasan, karena ini sosial sport school, jadi murni beasiswa untuk orang-orang yang tidak mampu, ujarnya.
Menariknya, kehadiran SSB ini memberi kesempatan kepada anak-anak yang berprestasi untuk dikirim ke Madrid. Mereka akan mengikuti program training di ibukota Spanyol tersebut.
Kalau ada anak-anak yang menonjol prestasinya, akan kita kirim ke Madrid untuk program latihan disana dan dibiayai oleh real Madrid, ungkapnya.
Selain itu, Hasnuryadi juga mengungkapkan selain program sosial, Real Madrid juga memungkinkan membuka program lain seperti kerjasama dengan tim professional.
Untuk program sosialnya seperti SSB Real Madrid Foaundation, namun kalau ingin professional seperti di bawah naungan Persiraja bisa saja. Seperti di Banjarmasin ada SSB Real Madridnya untuk program sosialnya, dan untuk professional dibangun juga SSB Barito Putranya, kata Hasnuryadi.
SSB Real Madrid Foundation ini nantinya akan menampung anak usia 6-16 tahun.
Dalam kesempatan ini, pihak Real Madrid Foundation juga mempresentasikan program-program latihan di depan Walikota. Program SSB ini lebih difokuskan kepada pembentukan karakter anak-anak yang mengombinasikan skill sepakbola dengan pengetahuan.
Bahkan kita menanamkan kepada mereka sepakbola itu bukan hanya sekedar menang dan kalah, namun membentuk karakter mereka yang tidak menyampingkan fairplay dan nilai-nilai sportifitas. Kita ingain karakter mereka tidak hanya ingin bertanding untuk menang dan berkelahi ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan, ujar Hasnuryadi Sulaiman.[]


