SIGLI – Angka kebakaran hutan di Kabupaten Pidie masih tinggi. Baru-baru ini dua hektar lahan terbakar di perbukitan puncak bukit desa Sinadeu Kunyet, Kecamatan Padang Tijie.
Kebakaran hutan itu diketahui Babinsa TNI Koramil 02/Padang Tiji melalui Lapan Hotspot, aplikasi khusus yang digunakan untuk memantau titik api dan bencana kebakaran.
Danramil 02/Padang Tiji Lettu Inf Roni Saputra, Kamis, 16 September 2021 mengungkapkan, dampak dari kebakaran berpengaruh terhadap terdegradasinya lingkungan, kesehatan manusia dan aspek sosial ekonomi bagi masyarakat banyak.
Menurutnya, walau sosialisasi tentang bahaya Karhutla kerap disampaikan oleh Babinsa TNI dan Babinkabtimas ,tetapi angka kebakaran hutan dan lahan masih saja tinggi. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan.
“Kebakaran hutan dan lahan berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, kurangnya kualitas gambut, tergangunya kesehatan manusia seperti infeksi saluran pernapasan dan mata, serta hilangnya mata pencarian masyarakat, dan terjadinya konflik dengan hewan yang kehilangan habitatnya,” jelas Roni Saputra.[]



