KUTACANE – Atlet putri Sumatera Utara kembali meraih medali emas di cabang olahraga arung jeram Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut di Aceh Tenggara, Jumat, 13 September 2024. Kali ini emas datang dari tim bertanding di nomor Down River Race (DRR) kategori R4.
Start terdepan, tim Sumatera Utara sukses mempertahankan posisinya hingga finish terdepan dengan catatan waktu 21 menit 52,33 detik. Selisih 05,44 detik dengan Jawa Timur yang masuk di posisi kedua. Tim Jawa Timur sendiri berhasil menyodok D.I. Yogyakarta dan Sulawesi Utara yang start di posisi kedua dan ketiga.
Tim Sulawesi Utara menyentuh finish di tempat ketiga tanpa terkena pinalti. Mereka menghasilkan waktu 22 menit 03,51 detik.
Lalu posisi keempat, lima, hingga tujuh secara berurutan Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Yogyakarta. Yogyakarta terlempar di posisi terakhir karena diduga kehilangan tenaga. Mereka tidak bisa menguasai jeram dengan kondisi air yang cukup deras, Jumat (13/9) kemarin.
Dengan hasil ini, Sumatera Utara sementara memimpin klasemen perolehan medali cabor arung jeram dengan 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu. Disusul Aceh dengan perolehan 1 emas dan 1 perak dari nomor DRR R6 putra dan putri.
Di nomor DRR R4 putra, Aceh memilih tidak tampil (DNS). Menurut mereka, ini adalah bagian dari strategi untuk menyimpan tenaga untuk nomor selanjutnya. Karena di nomor ini ada dua provinsi kuat yang menurut mereka berkuasa, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur.
Jawa Barat pada Jumat (13/9) kemarin akhirnya meraih medali pertama mereka di cabor arung jeram. Mereka merebut medali emas di nomor DRR R4, menyisihkan Jawa Timur.
Jawa Barat finish dengan waktu tercepat 19 menit 53,09 detik usai mendayung sejauh 4 km. Menyusul di belakang, Jawa Timur dengan 20 menit 08,3 detik. Tempat ketiga diambil Sumatera Utara dengan selisih hanya 07,23 detik saja dengan Jawa Timur.
Jawa Timur sebenarnya cukup berpeluang untuk meraih medali emas. Sayangnya, di jeram terakhir sebelum masuk finish, Jeram Jumadi, mereka terkena hole (permukaan air yang berbentuk lobang dan ada sirkulasi air di belakang lobang itu). Sehingga Jawa Barat yang posisinya di sebelah kanan Jawa Timur pun dengan mudah melenggang mulus masuk ke finish duluan.

Pelatih Kepala Jawa Barat, Adang, mengatakan keyakinannya bisa meraih target medali. Melihat hasil seeding sebelumnya, dia menilai peluang Jawa Barat untuk meraih targetnya sangat terbuka.
“PON ini berbeda dengan single event. Jadi kita harus memilih mana target medali yang dibidik, tidak bisa semua nomor,” katanya.
Semua lawan pun, menurutnya, hampir sama kuat, terlebih situasinya dari hari pertama banyak gangguan nonteknis atau penundaan.
“Dengan kondisi seperti ini, hujan, debit naik, dan penundaan, sangat sulit, sekalipun untuk orang yang sudah berlatih lama di Sungai Alas pun tidak bisa mengatasinya. Karena debit air mempengaruhi cara racing di airnya, banyak pekerjaan rumah dan tantangannya,” ucap dia.
Seperti hari pertama, perlombaan di hari kedua juga mengalami penundaan selama dua jam dari jadwal awal pada pukul 08.30 WIB. Hal itu karena Tinggi Permukaan Air (TMA) yang masih di atas normal, 50 cm pada pagi hari.
Pada Sabtu (14/9), akan digelar lomba arung jeram di nomor head to head (H2H) R4 putra dan putri. Di babak pertama putri, D.I. Yogyakarta akan berhadapan dengan Sumatera Barat, disusul Aceh bertemu Kalimantan Selatan, dan Jambi versus DKI Jakarta. Nantinya pemenang dari H2H antara DIY dan Sumbar (head 1) akan menghadapi Sumatera Utara di babak semifinal.
Sementara itu, di putra, babak pertama akan mempertemukan Sumatera Utara dengan Aceh, Kalimantan Selatan versus Sulawesi Utara, Jawa Barat dan Sumatera Barat, serta Jambi head to head dengan Jambi.[](Supardi/*)






