LHOKSEUMAWE – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Azhari Cage, menyoroti PT PLN (Persero) terkait pemadaman listrik di Aceh selama berhari-hari yang tidak kunjung normal. Akibatnya, masyarakat termasuk pelaku usaha mengalami kerugian besar lantaran progres pemulihan listrik belum maksimal.
“Sejauh ini kita melihat di berbagai wilayah Aceh yang terdampak bencana banjir bandang listriknya belum menyala dan masih gelap gulita, hanya di wilayah perkotaan saja yang sebagian dihidupkan listrik. Bahkan ada tempat penginapan atau hotel yang menggunakan genset otomatis, dan di warung-warung kopi dimanfaatkan mesin genset manual dengan waktu lama,” kata Azhari Cage kepada wartawan di Lhokseumawe, Jumat, 12 Desember 2025.
Menurut Azhari, akibat listrik padam total, sehingga jaringan telekomunikasi dan internet juga terganggu. “Tentunya ini sangat merugikan masyarakat Aceh”.
Oleh karena itu, Azhari meminta pihak PT PLN segera menormalkan kembali arus listrik di Aceh. “Mengingat pascabencana banjir bandang itu sudah memasuki hari ke-17. Masyarakat sudah banyak yang mengalami kesulitan pangan saat ini, khususnya di pedalaman lokasi terdampak bencana di berbagai daerah di Aceh. Jadi, jangan lagi diperparah dengan masalah lain,” ujarnya.
“Pada prinsipnya kami menghargai kinerja pihak PLN dalam berupaya untuk pemulihan listrik. Tapi perlu juga melihat kepentingan masyarakat luas, yang saat ini sedang dilanda musibah besar,” tambah Azhari Cage.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo (Persero) telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh, karena pasokan listrik pascabanjir dan longsor belum pulih sepenuhnya. Itu disampaikan dalam laporan dan rapat koordinasi bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, digelar secara daring dari Banda Aceh, Selasa (9/12).[]


