JAKARTA – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD., supaya dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh diperpanjang.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Aceh dalam pertemuan dengan Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 23 Agustus 2021.

Nova mengatakan pertemuan ini membahas dana Otsus dan proses perdamaian di Aceh.

“Kita mohon kiranya dapat diperpanjang. Dengan alasan proses integrasi yang belum selesai, mengingat perdamaian yang ingin dicapai adalah selamanya. Dan dengan harapan ada lembaga simetris (KKW, MAA, MPD, MPU, BRA),” kata Nova.

Nova berharap Menko Polhukam mendukung penuh terkait perpanjangan dana Otsus Aceh. “Harapan kita kepada Bapak Menko Polhukam, mohon kiranya dukungan penuh masalah masa depan Otsus Aceh, serta dapat mendorong kelengkapan peraturan hukum,” ujarnya.

Nova juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Aceh pada periode 2017-2020 mengalami penurunan. Namun, saat pandemi Covid-19 tahun 2020, angka kemiskinan ada kenaikan.

“Jika dibandingkan 2017-2020 tetap ada penurunan dari 15,92 % menjadi 15,33 % atau turun sebesar 0,59 poin,” kata Nova.

Pertemuan tersebut juga membahas beberapa regulasi dari UUPA yang belum diterbitkan, meliputi regulasi pelaksanaan dana Otsus yang telah ditetapkan sejak tahun 2008-2020.

“Terdapat lima Peraturan Pemerintah (PP), tiga Peraturan Presiden (Perpres), dan 47 Qanun yang hingga kini belum diterbitkan. Ini menyangkut dengan 12 regulasi kewenangan pemerintah daerah, baik karena revisi, masih dalam pembahasan, ataupun belum adanya draf,” kata Nova.

Nova menyampaikan terkait persiapan Pemilu 2024, pihaknya sudah menempatkan beberapa dana persiapan tahun 2022 seperti pendidikan politik.

“Kendala dalam pelaksanaan Pemilu 2024 hanya saja belum ada Juknis tentang Pemilu 2024 sehingga penganggaran 2022 belum tersedia sesuai pengtahapan baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Nova.

Terkait konflik umat beragama di Singkil, kata Nova, pihaknya sudah membentuk tim koordinasi secara intensif. “Sudah kita antisipasi,” ucapnya.[](rilis)