YOGYAKARTA – Sudah 6 hari lalu warga Aceh Yogyakarta yang terdiri dari mahasiswa dan warga asal Aceh yang sudah menetap di Yogyakarta gencar menggalang dana untuk korban gempa Aceh.
Mereka juga dibantu oleh beberapa komunitas dari seluruh Indonesia yang ada di Yogyakarta. Hingga acara-acara besar-pun dibuat, seperti pada tanggal 12 & 13 Desember 2016, bertempat di Jogja City Mall telah terlaksana penggalangan dana untuk korban gempa di Aceh dengan tema “Charity for Aceh”.
Penggalangan dana tersebut dilakukan oleh berbagai komunitas dan sanggar tari Aceh di Yogyakarta bekerja sama dengan berbagai paguyuban Aceh seperti Asrama Cut Nyak Dien dan Imagayo. Komunitas dan Sanggar tersebut terdiri dari SAKA UGM, Rampoe UGM, Rampoe Tujalahe, Albazia Saman, IPDC UII, FK UII, Seurambi UIN, Keumalahayati, Imagayo, IPEMAHLUTYO, dan Sanggar Buana Aceh.
Berdasarkan laporan Ami Putri selaku MC di acara tersebut, acara yang berlangsung antara pukul 19.30-21.30 menampilkan berbagai tarian khas Aceh seperti Saman Gayo, Ratoh Jaroe, Tarek Pukat, Likok Pulo oleh berbagai sanggar dan ditutup dengan meriah melalui tarian Ratoh Jaroe massal oleh semua komunitas dan sanggar.
Acara ini juga berhasil memperoleh dana sebesar 9.800.000 pada malam pertama dan hampir 10 juta di malam berikutnya, sumbangan ini langsung disalurkan oleh grup sanggar kepada para koordinator posko pusat yang bertempat di Jalan RA. Kartini, 1A, Sagan, Yogyakarta.
Kemudian pada tanggal 14 Desember 2016 juga diadakan malam puncak pentas amal di 0 kilometer Maliobro dengan menampilkan berbagai tarian Aceh seperti saman, rapai geleng, puisi, lagu Aceh dan penampilan menarik lainnya dari beberapa sponsor seperti komunitas Jambi, Kalimantan, Medan, Riau, poltekes kemenkes Jogja dan pentas seni oleh mahasiswa Institut seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Total dana terkumpul saat ini sudah lebih dari 200 juta Rupiah dan akan dikirim ke Aceh melalui pesawat Hercules TNI Lanud Yogyakarta.
KORLAP Jipie Aulia juga mengatakan bahwa posco pusat dibuka hingga Kamis, 15 Desember 2016 hingga pukul 22.30 wib. Sekian laporan kami dari Yogyakarta.
Bustanul Aulia, master of arts UIN Yogyakarta.



