Karya: Syukri Isa Bluka Teubai

 

Demam ini kian mengerogoti
Memudarlah cahaya mentari
Huru-hara silih berganti
Bendera di beranda hati

Berharga harum wewangian
Syuhada pergi sekalian
Berjuang demi sehelai kain
Rela tubuh dibalut kafan

Berkibar belumlah pasti
Kapan jangan tanyakan lagi
Darah mengering di diri
Kini hanya terdiam sendiri

Anak-istri mereka tinggalkan
Bersedih dalam kesedihan 
Hei mereka kesepian
Sampai kapan?   

Banda Aceh, 29 Maret 2016
 

*Syukri Isa Bluka Teubai, Penyair Kota Puisi, Alumnus Sekolah Hamzah Fansuri (ASHaF)