LHOKSEUMAWE Pemerintah Lhokseumawe telah melelang (tender) lebih 85 paket pekerjaan konstruksi sumber dana tahun 2016.
Pantauan portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Lhokseumawe, 16 November 2016, paket pekerjaan konstruksi tahun 2016 yang pertama ditender ialah Peningkatan Jalan Ujong PacuCot Trieng di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU). Proses tender proyek dengan pagu Rp2,7 miliar ini sejak pertengahan Juli dan penandatangan kontrak 10 Agustus 2016.
Sedangkan paket pekerjaan konstruksi terakhir ditender adalah Renovasi Puskesmas Blang Cut Kecamatan Blang Mangat (Otsus) di bawah Dinas Kesehatan. Proses tender proyek dengan pagu Rp300 juta ini sejak 9 Oktober dan penandatangan kontrak 1 November 2016.
Dari lebih 85 paket pekerjaan konstruksi sumber dana tahun 2016 yang sudah ditender, sebagian besar berada di bawah Dinas PU. Data dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Dinas PU Lhokseumawe tahun 2016 terdapat 90 paket pengadaan, 17 di antaranya jasa konsultasi badan usaha, selebihnya pekerjaan konstruksi.
Kepala Dinas PU Lhokseumawe Dedi Irfansyah tidak mengangkat panggilan masuk di telpon selulernya saat beberapa kali dihubungi portalsatu.com, 16 November 2016. Dedi juga tidak menjawab konfirmasi melalui pesan singkat terkait apakah ada paket pekerjaan konstruksi tahun 2016 yang batal ditender atau terpaksa diluncurkan ke 2017.
Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Lhokseumawe Sofyan dikonfirmasi lewat telpon seluler mengatakan, saat ini tidak ada lagi paket pekerjaan konstruksi tahun 2016 yang masih dalam proses tender maupun akan ditender. Sebab sisa masa anggaran tahun ini tinggal 1,5 bulan lagi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappeda Lhokseumawe Mulyanto mengaku tidak mengetahui berapa paket pekerjaan konstruksi tahun 2016 yang batal ditender. Jika ada paket pekerjaan konstruksi tahun 2016 yang diluncurkan ke 2017, kata dia, akan diketahui saat pembahasan rancangan anggaran 2017 bersama dinas-dinas teknis. Saat ini kita belum tahu, kata dia menjawab portalsatu.com lewat telpon seluler.
Mulyanto menyampaikan itu saat disinggung soal defisit anggaran cukup besar setelah disahkan Perubahan APBK Lhokseumawe 2016. (Baca: APBK-P Defisit, Hibah dan Bansos Bertambah Rp21 Miliar)
Salah satu paket pekerjaan konstruksi tahun 2016 yang batal ditender ialah pembangunan pabrik es di Kecamatan Blang Mangat senilai Rp2,1 miliar lebih di bawah Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP).
Saya pikir gini. Kemarin kita udah duduk juga, mana kira-kira kegiatan dengan waktu tidak cukup lagi, kita pending, kita naikkan ke 2017, ujar Kepala DKPP Lhokseumawe Rizal ditemui portalsatu.com di gedung DPRK, 28 Oktober 2016, terkait proyek itu belum ditender. (Baca: Proyek Pabrik Es Blang Mangat Rp21 Miliar Gagal Direalisasikan Tahun Ini?)
Sementara itu, dalam RUP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Lhokseumawe tahun 2016 ada paket pembangunan RKB MTSS Dayah Safinatussalamah Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu dengan pagu Rp658 juta lebih. Akan tetapi, proyek itu tidak ada dalam data paket lelang tahun 2016 pada laman LPSE Kota Lhokseumawe. Kepala Disdikpora Lhokseumawe Rusli tidak merespon saat portalsatu.com mengkonfirmasi melalui pesan singkat sejak, 16 November 2016, terkait proyek tersebut.
Berdasarkan data smart report 2 LPSE pada laman resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang diakses portalsatu.com, 17 November 2016, terkait jumlah pengadaan 2008-2016, untuk Kota Lhokseumawe tahun 2011 hanya 39 paket, 2012 mencapai 118 paket. Berikutnya, tahun 2013 dan 2014 masing-masing 96 paket, 2015 sebanyak 104 paket, dan 2016 hanya 88 paket. Totalnya 541 paket.[](idg)

