LHOKSUKON – Seorang anak perempuan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Water Park Blang, Dusun Kuya Raoh, Gampong Lhok Seutuy, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Ahad, 18 Oktober 2026, sore.
Korban bernama Nafiza Ulfa (8), warga Dusun Nyak Usman, Gampong Lhok Seutuy. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat korban sedang berenang bersama ibunya di lokasi wisata air tersebut.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, melalui Kapolsek Baktiya Iptu Fery Suyatna, dalam keterangannya, mengatakan berdasarkan keterangan awal yang dihimpun di lokasi, korban datang bersama ibunya sekitar pukul 15.00 WIB untuk berenang. Awalnya, korban berenang di kolam khusus anak-anak dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter dalam pengawasan ibunya yang juga berada di kolam tersebut. Namun, korban kemudian berpindah ke kolam yang diperuntukkan bagi orang dewasa dengan kedalaman sekitar satu meter tanpa diketahui oleh ibunya.
Tidak lama kemudian, kata Fery, sejumlah anak yang sedang berenang mengetahui korban tenggelam dan berteriak meminta pertolongan. Ibu korban yang mengetahui kejadian itu segera berupaya menyelamatkan anaknya. Setelah itu, korban dibawa ke Puskesmas Baktiya bersama ibunya dan seorang pengawas kolam renang. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Gampong Lhok Seutuy.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Baktiya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) serta mendata identitas korban dan saksi-saksi.
“Dari fakta di lapangan, terdapat sejumlah aspek keselamatan yang perlu mendapat perhatian. Di antaranya, pengawasan terhadap pengunjung, ketersediaan tanda kedalaman kolam, peralatan keselamatan, serta kelengkapan administrasi perizinan operasional tempat wisata,” kata Fery.
Menurut Fery, temuan awal tersebut menjadi perhatian terkait pentingnya penerapan standar keselamatan di lokasi wisata air, khususnya fasilitas yang dikunjungi anak-anak. Meski demikian, penyebab dan tanggung jawab atas kejadian itu perlu didasarkan pada pemeriksaan lebih lanjut.
“Pihak keluarga korban dilaporkan telah menerima dan mengikhlaskan kepergian korban,” uja Fery.
Kapolsek menegaskan keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak perlu menjadi prioritas dalam pengelolaan tempat wisata air. “Pengawasan yang optimal, ketersediaan petugas penyelamat, serta fasilitas keselamatan yang memadai menjadi hal penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan mencegah kejadian serupa terulang,” ucapnya.[]




