JANTHO – Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono menegaskan, para prajurit satuan tugas pengaman (Satgaspam) pulau terluar di Pulau Rondo, Aceh Besar merupakan 'mata' dan 'telinga' NKRI.
KASAD mengatakan itu saat berkunjung ke Pulau Rondo, yang merupakan pulau terluar di ujung barat Provinsi Aceh, Senin, 29 Agustus 2016.
Para prajurit katanya harus maksimal dalam melakukan tugas operasi untuk menghindari kemungkinan ancaman baik dari dalam maupun luar negeri. Pulau Rondo ini katanya berada di zona perairan lintas internasional.
Jangan sampai tempat ini digunakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan negatif. Karena tidak menutup kemungkinan terjadinya transaksi narkoba maupun penyeludupan senjata ilegal, musuh-musuh negara selalu mengintai untuk mecari celah untuk menghancurkan ideologi bangsa ini, kata KSAD kepada prajurit Satgaspam Pulo Rondo.
Ia mengingatkan, prajurit Satgaspam Pulo Rondo harus selalu peka dengan setiap perkembangan situasi. “Tidak ada suatu orangpun yang berani menjamin daerah operasi itu aman, terus tingkatkan kesiapsiagaan para prajurit, jangan lengah, walaupun kalian sudah lelah dengan situasi yang serba terbatas ini.”
KSAD meminta mereka melakukan patroli secara rutin penuh kewaspadaan, kerahasiaan, ketelitian dan selalu jaga kekompakan antara anggota, baik dari Angkatan Darat maupun dari Angkatan Laut.
“Perlu kalian ketahui perkembangan situasi terkini, segala permasalahan baik yang sekala nasional maupun internasional semua diselesaikan secara bermusyawarah dan bijaksana,” ujarnya.
Informasi diterima melalui siaran pers, KSAD menuju Pulau Rondo dengan mengunakan Helly Bell type 412 milik TNI AD didampingi Pangdam IM Mayjen TNI L. Rudi Polandi, Asops Ksad Mayjen TNI George Elnadus Supit, Aslog Ksad Mayjen TNI Gadang Pambudi, Koorpri Kolonel Inf Bambang Trisnohadi, dan Waasops Kodam IM Letkol Inf Iwan R.?[](ihn)


