BANDA ACEH – Mahasiswa Unsyiah yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unsyiah (AMU) melakukan aksi penolakan terhadap kenaikan biaya Semester Pendek atau Semester Antara di depan Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa, 21 Juni 2016.
Koordinator Aksi, Muhammad Rafi mengatakan, tahun sebelumnya harga per-SKS Semester Antara sebesar Rp 100 ribu. Sedangkan dalam surat edaran Rektor tahun ini harga per-SKS Semester Antara naik menjadi 150 ribu per-SKS.
Muhammad Rafi mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena menganggap pihak rektorat telah menzalimi mahasiswa dengan menaikan harga tersebut.
“Bagaimana dengan mahasiswa yang tidak mampu? Apakah merekan mampu membayar biaya yang mahal ini. Bayangkan saja satu SKS 150 ribu,” ucapnya melalui pengeras suara.
Kepala Biro Akademik Unsyiah, Uzair, yang menemui pendemo mengatakan besaran biaya Semester Antara atau Semester Pendek tidak ditentukan oleh rektorat namun pihak dekananlah yan mengajukan.
“Biaya Semester Antara ini bukan rektorat yang tentukan tapi dari dekanan dan ada perhitunganya, bukan asal tentukan,” ucapnya.
Ia menjelaskan jika biaya Semester Antara tersebut diajukan oleh dekanan dan kemudian dibahas oleh senat kampus sampai akhirnya disahkan oleh Rektor.
“Semester Antara ini ada pun karena ada usulan dari mahasiswa mungkin ke depan nggak ada lagi,” ucapnya.[](ihn)



