BANDA ACEH Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Saaduddin Djamal, Jumat, 10 Maret 2016, malam, takziah ke rumah almarhum Al-Kautsar, bocah asal Seutui yang meninggal karena terseret arus pantai di Ulee Lheue.
Illiza menyebut musibah yang menimpa Al-Kautsar, Kamis sore, harus menjadi itibar bagi semua warga kota Banda Aceh. Kita akan buat rapat terkait pengamanan pantai. Akan lebih efektif kalau aparatur dan pemuda gampong menjaga sejumlah pantai. Musibah ini harus menjadi itibar bagi kita semua, ujar Illiza di rumah duka, Seutui, Kecamatan Baiturrahman.
Didampingi Kabag Humas Setdako, Wirzaini Usman, Kabag Keistimewaan Zahrol Fajri, Camat Baiturrahman, M Rizal S STP dan Keuchik Seutui T. Saiful Banta, Illiza tiba dirumah duka pukul 15.00 WIB dan disambut nenek korban bersama keluarga.
Menurut Illiza, peranan pemuda dan aparatur gampong akan sangat efektif dalam meminimalisir terjadinya musibah seperti dialami almarhum Al-Kautsar. Sebab pemuda dan aparatur gampong mengenal lokasi pantai yang rawan terjadinya musibah.
Illiza mengatakan, tahap awal dibutuhkan standar operasional prosedur (SOP) terkait pengamanan pantai dan akan dibahas dalam rapat kerja (Raker) Pemko Banda Aceh dalam waktu dekat ini.
Saya semalam (Kamis malam) sempat memantau pencarian. Saya lihat organisasi Panglima Laot, RAPI, BPBD dan SAR terus melakukan pencarian. Terkait soal pengamanan, saya pikir kita butuh SOP, ujar Illiza.
Ia menambahkan, Pemko Banda Aceh akan meminta instansi terkait untuk memasang papan pengumuman berupa larangan mandi dan berenang di lokasi-lokasi yang rawan terjadi musibah.[](rel)



