LHOKSUKON – Jemari tangannya sangat gemulai memetik senar gitar. Masih lengkap dengan seragam coklatnya, gadis itu duduk santai di beranda. Dari bibir mungilnya mengalun sebuah lagu sendu. Ia sangat serius hingga tak menyadari ada yang datang menghampiri.

Saat portalsatu.com tiba di Asrama Polisi Kampung Baru Lhoksukon, Kamis 27 Agustus 2015, matahari mulai condong ke arah barat. Beberapa anak kecil yang sedang berlarian sesekali ikut melirik ke arah datangnya suara merdu itu. Namun sang pemilik suara masih terlena dalam petikan senar gitarnya.

Gadis itu bernama Nova Mauliza, 20 tahun asal Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. Ia tercatat sebagai salah satu Polwan berpangkat Bripda di jajaran Polres Aceh Utara. Saat ini ia bertugas di unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Tanah Jambo Aye. Setelah sebelumnya sempat tergabung dalam Satuan Intel Polres Aceh Utara.

“Setelah lulus SMA, saya memilih kuliah di jurusan Kesenian Unsyiah Banda Aceh. Dari kecil saya menyukai seni, mulai dari menari, menyanyi, hingga memainkan alat musik,” kata Bripda Nova seraya tersenyum.

Ia mengatakan, kuliahnya hanya bertahan dua semester. Karena setelah itu ia menentukan pilihan lain, yakni menjadi polisi wanita.

“Saya lihat di persyaratan penerimaan brigadir Polisi tertera tinggi badan untuk wanita 155 centimeter. Kebetulan saya 1 centimeter di atasnya, sehingga saya mencoba untuk mendaftar. Alhamdulillah ternyata diterima, maka saya putuskan untuk meninggalkan kuliah. Menjadi Polwan adalah cita-cita saya dari kecil, terlepas dari seni yang saya cintai,” ujar anak sulung dari empat bersaudara ini.

Meski telah menjadi Polwan, Nova mengaku jika dirinya selalu menyempatkan diri untuk menyalurkan hobi lamanya, menyanyi sembari memetik senar gitar.

“Saat menyanyi dan bermain gitar, pikiran yang tadinya lelah karena pekerjaan menjadi fresh kembali. Saya suka bermain gitar dan piano. Untuk biola baru belajar, eh sudah lulus polwan. Jadinya terhenti,” ucapnya tertawa.

Dikatakan Nova, sejak SMP hingga SMA ia tergabung dalam sanggar tari Cut Putro Matangkuli. Pada tahun 2013, ia terpilih sebagai perwakilan Aceh Utara ke Banda Aceh setelah unggul dalam audisi Gita Bahana Nusantara (GBN). Ia juga sempat menjadi vokalis dari salah satu band lokal di Aceh Utara.

“Bagi saya, apapun yang saya jalani itu harus sepenuh hati. Saya punya tiga modal penting dalam bekerja dan menjalani kehidupan sehari-hari. Dimulai dari disiplin, jujur dan berpenampilan baik. Dengan disiplin saya akan gesit dalam bekerja, dengan jujur orang akan memberi kepercayaan dan dengan penampilan yang baik akan meningkatkan rasa percaya diri,” kata Bripda Nova Mauliza. [] (mal)