Talas Satoimo adalah komoditi yang mulai dikembangkan di Aceh Utara.
Talas satoimo atau Colocasia esculenta var adalah tumbuhan penghasil umbi yang dapat dimakan sebagai pengganti beras.
Peluang budidaya dan ekspor talas satoimo yang sangat prospek ini membuat saya tertarik untuk membudidayakanya.
Saya Fachrurrazi (32) warga Kuta Buloh, Gampong Ceumeucet, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk pengembangan budidaya talas satoimo. Pada tahap awal saya hanya mencoba meneliti 800 batang talas satoimo di atas lahan seluah 1.000 meter persegi dan tingkat pertumbuhan sangat baik dan cocok untuk kita kembangkan.
Dalam penelitian ini sudah panen dua kali dan sekarang penanaman yang ketiga kali di atas areal 5.000 meter persegi dengan jumlah populasi talas 4.000 batang.
Ini talasnya berbeda dengan talas biasanya, hasil penelitian saya ternyata talas Jepang ini atau talas Satoimo ini sangat cocok untuk dikembangkan di wiayah Aceh karena kontur tanah yang sangat mendukung.
Ide membudidayakan talas satoimo ini berawal muncul tatkala bererapa tahun yang lalu saya bertemu kawan di Banda Aceh, Muktar dan Norman. Ide membudidayan talas satoimo ini menarik perhatian saya sehingga saya menghubungi salah satu kawan saya Andi Cristianto di Tanggerang.
Andi adalah pengusaha dan eksportir talas Satoimo, Andi memberikan dukungan dan semangat untuk melanjutkan program tersebut.
Metode membudidayakan talas Jepang ini sangat mudah. Lahan untuk menanam talas satoimo diolah dan dibuat bedengan-bedengan. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah dalam drainase ketika penyiraman. Keuntungan menanam talas satoimo terletak pada periode waktu tanam yang tidak mengenal musim, dengan catatan harus memperhatikan drainasenya. Selain itu, waktu tanam hingga panen hanya membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 6 bulan.
Tingginya permintaan dari Jepang membuka peluang budidaya talas satoimo semakin lebar. Maklum, tanaman sejenis umbi-umbian yang kerap disebut talas Jepang ini merupakan alternatif makanan pokok masyarakat di Negeri Sakura.
Budidaya talas satoimo sangat prospektif. Pasalnya, permintaan talas ini di pasar luar negeri cukup besar, terutama negara Jepang.
Penelitian mengenai Satoimo telah dilakukan dan hasilnya menunjukkan bahwa satoimo sangat kaya akan Hyaluronic Acid (HA). Selain itu, Hyaluronic acid sangat berperan dalam kesehatan sendi, penglihatan, jaringan penghubung (connective tissue), mempercepat proses penyembuhan luka, dan sangat berperan dalam pembentukan kolagen (Collagen).
Terungkap rahasia sehat dan awet muda di umur tua ala penduduk Jepang, ternyata mereka makan SATOIMO (talas Jepang) yang mengandung zat Hyaluronic Acid (HA) yang dianggap sebagai zat awet muda.
Manfaat Collagen bagi tubuh Manusia di antaranya membantu meremajakan kulit dan mencegah penuaan kulit, membantu mengatasi masalah tulang / osteoarthritis dengan cara mengurangi nyeri, meningkatkan pergerakan dari sendi, memperkuat jaringan ikat dan dapat mempercepat proses penyembuhan serta memperkuat pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi sehingga dapat membantu mengurangi resiko penyakit jantung.
Saya sangat berharap Pemerintah Aceh untuk lebih proaktif dalam pengelolaan sektor pertanian karena sektor pertanian merupakan salah satu sektor penunjang pembangunan di Aceh, sehingga pembangunan pertanian ke depan adalah pertanian unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk kemandirian pangan, nilai tambah, ekspor, dan kesejahteraan.
Dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan tersebut, pemerintah daerah Aceh harus mendukung konsep pengembangan produk unggulan talas satoimo ini yang pasarnya tingkat internasional.
Penulis: Fachrurrazi, mantan aktivis GAM Wilayah Pasee.






