ACEH UTARA – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Utara di Lapangan Upacara Landing, Kecamatan Lhoksukon, Jumat, 18 April 2025, malam. Acara itu diguyur hujan deras.
MTQ bertema “Bangkitkan Generasi Bumoe Pase yang Qur’ani, Cerdas dan Berakhlak Mulia”, itu akan berlangsung hingga 24 April 2025.
Bupati Ismail A. Jalil atau Ayahwa membuka MTQ tersebut melalui upacara yang dihadiri seluruh unsur pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, dinas, dan lembaga keistimewaan daerah.
Acara pembukaan ditandai dengan membunyikan sirine oleh Bupati didampingi Wakil Bupati Tarmizi Panyang, S.I.Kom., Ketua DPRK Arafat, S.E., Sekda Dr. A. Murtala, M.Si., dan Kepala Dinas Syariat Islam, Hadaini, S.Sos.
Diawali dengan penampilan salah satu qari terbaik Provinsi Aceh, Tgk. Zulkhairi melantunkan ayat suci Alquran. Dia pernah meraih juara I MTQ Provinsi Aceh golongan qira’ah sab’ah murattal remaja.
Ketua Panitia MTQ ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Utara, Dr. A. Murtala, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini untuk mencari qari dan qari’ah terbaik Aceh Utara yang akan dikirim menjadi peserta MTQ ke-37 Provinsi Aceh pada Oktober 2025 di Kabupaten Pidie Jaya.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan piala bergilir MTQ oleh Bupati Ayahwa kepada panitia untuk diperebutkan kembali pada MTQ ke-35. Setelah itu, Kepala Dinas Syariat Islam, Hadaini membacakan Surat Keputusan Bupati Aceh Utara tentang Pengangkatan Dewan Hakim MTQ, diikuti dengan prosesi pelantikan dewan hakim oleh bupati. Koordinator Dewan Hakim adalah Ustaz Zakaria Yahya, Lc.
Ayahwa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Syariat Islam dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ ke-35 Aceh Utara.
“MTQ bukanlah tujuan akhir, tetapi ada tujuan lebih penting yang ingin kita capai, yaitu adanya upaya serta komitmen kuat seluruh elemen masyarakat di Aceh Utara untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas berinteraksi dengan Alquran, baik dengan cara membaca, mempelajari serta mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Ayahwa.
Ayahwa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Alquran sebagai landasan dalam pembentukan mental, karakter, akhlak serta rasa persatuan, agar bisa membangun kehidupan yang lebih mulia, bermarwah, maju dan sejahtera.
“Alhamdulillah, hari ini sudah memasuki bulan ketiga dalam tahun pertama kepemimpinan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara. Kami bertekad untuk Aceh Utara Bangkit sebagaimana visi-misi kami. Sudah saatnya kita bangun Aceh Utara dengan meninggikan kebersamaan, kecerdasan, kreativitas, dan kerja berkualitas. Mari kita kuatkan sinergi dan saling bahu membahu dalam membangun Bumi Pasai ini, agar Aceh Utara benar-benar bangkit dari keterpurukan di berbagai sektor,” ujar Ayahwa.
Ayahwa turut mengimbau kepada para pengunjung dan masyarakat di arena MTQ, agar menjaga ketertiban dan kebersihan, serta rasa kebersamaan untuk suksesnya musabaqah tersebut.
Kepada para kafilah dan peserta MTQ, Ayahwa mengucapkan selamat bermusabaqah dengan menunjukkan kemampuan semaksimal mungkin. “Semua peserta adalah insan terbaik yang diyakini memiliki potensi luar biasa. Kalah dan menang merupakan hal yang biasa dalam bermusabaqah,” ucapnya.
Sementara kepada dewan hakim, Ayahwa meminta agar dapat memberi nilai dengan seadil-adilnya. Hindari pertimbangan yang bersifat pribadi, dan junjung tinggi sikap objektivitas yang dilandasi ketulusan hati. Karena hasil penilaian para dewan hakim sangat menentukan perkembangan para qari dan qari’ah Aceh Utara ke depan.
Upacara pembukaan selanjutnya dilakukan pengibaran bendera MTQ yang diiringi dengan hymne dan mars MTQ. Pada sesi terakhir seyogianya diisi dengan defile barisan kafilah MTQ dari 27 kecamatan, namun terpaksa ditiadakan karena arena MTQ mulai diguyur hujan deras. Meskipun demikian, ribuan masyarakat yang sedang menyemarakkan MTQ tetap antusias menyaksikan prosesi pembukaan kegiatan tersebut.
MTQ ke-35 Aceh Utara menggelar delapan cabang perlombaan putra/putri, dengan jumlah peserta 851 orang. Yakni cabang tartil quran putra/putri, cabang tilawah (4 golongan putra/putri), cabang qira’ah saba’at (4 golongan putra/putri), cabang hifzil quran (5 golongan putra/putri).
Selanjutnya, cabang tafsir Alquran (3 golongan putra/putri), cabang fahmil quran putra/putri, cabang syarhil quran putra/putri, dan cabang Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ) putra/putri.
Panitia telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk perlombaan, mulai dari panggung utama di lapangan upacara Landing, hingga sejumlah aula kantor dan sekolah. Juga menyiapkan bus antar-jemput sesuai jadwal perlombaan, sehingga diharapkan kegiatan dapat berlangsung sukses.[]




