BLANGKEJEREN – Masyarakat Kabupaten Gayo Lues mulai geram dengan tindakan PLN Ranting Blangkejeren pascabanjir dan tanah longsor. Pasalnya, sejak pertama hingga hari ke-16 pascabanjir, kelistrikan di Gayo Lues bukan semakin membaik, malah memburuk.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, Rabu, 10 Desember 2025, mengatakan banyak masyarakat datang ke pendopo mengeluhkan aliran listrik. Emak-emak yang tinggal Kecamatan Blangkejeren dan Blangpegayon mengeluhkan PLN hanya menghidupkan listrik pukul 24:00 hingga 03:00 WIB ketika orang sedang lelap tidur.

“Kita meminta kepada PLN jangan lelet, masak 16 hari pascabanjir dan tanah longsor, penerangan aliran listrik bukanya membaik, malahan memburuk,” kata Bupatyi Suhaidi.

Saat ini, kata Bupati, dari 11 kecamatan di Kabupaten Gayo Lues, tujuh kecamatan masih gelap tanpa aliran listrik. Informasinya, ada 100-an tiang litrik yang tumbang akibat banjir dan longsor.

“Seharusnya kalau memang PLN Blangkejeren tidak sanggup melakukan perbaikan dengan cepat, ya, minta bantu agar didatangkan petugas dari luar daerah, supaya penanganan lebih cepat,” katanya.

Saat ini, kata Bupati, di Kecamatan Blangkejeren dan Blangpegayon masih dibatasi penerangan oleh pihak PLN dengan alasan ketersediaan BBM tinggal sedikit. Padahal jalan Abdya sudah bisa dilalui, BBM bisa masuk, tetapi pihak PLN terkesan lamban hingga masyarakat sangat kesulitan.

“Hingga hari ini, jangankan di rumah masyarakat Gayo Lues, di Pendopo Bupati saja yang kita jadikan sebagai Posko Utama masih dibatasi aliran listriknya, lebih sering mati ketimbang hidup,” ungkap Bupati.

Beberapa hari lalu, Bupati sudah memanggil pihak PLN Blangkejeren ke Posko, dan membahas masalah penanganan aliran listrik di Gayo Lues. Akan tetapi hingga sekarang masih belum ada kemajuan.

“Kita berharap agar PLN Blangkejeren segera menormalkan aliran listrik untuk Kecamatan Blangkejeren, Blangpegayon, dan yang tidak memiliki masalah pada tiang dan jaringanya. Sedangkan bagi kecamatan yang tiangya ambruk, kita meminta agar segera diperbaiki, karena listrik ini kebutuhan mendesak masyarakat Gayo Lues,” kata Bupati.

Selain di Pendopo Bupati dan rumah warga, aliran listrik di perkantoran Pemda Gayo Lues juga lebih sering dipadamkan, sehingga ASN tidak bisa bekerja di kantor.[]