BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., memastikan pembangian bibit kopi Program Gerakan Restorasi Ekonomi Kerakyatan (GERETEK) dimulai pada September 2026 ini. Pernyataan itu disampaikan Bupati di kota Blangkejeren, Rabu, 2 September 2026.

“Bibit sudah dicek oleh pihak kementerian terkait, dan dalam waktu dekat sudah bisa disalurkan kepada masyarakat Gayo Lues,” kata Bupati Suhaidi.

Saat ini kata, Suhaidi, Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sudah selesai diverifikasi. Jumlahnya jauh melampaui dari bantuan yang direncanakan akan disalurkan.

“Karena jumlah CPCL-nya berlebihan, maka untuk pembangian bibit kopi ini kita lakukan dengan bertahap. Bulan September ini sebagian, dan bulan selanjutnya sebagian,” ujarnya.

[Bupati Gayo Lues Suhaidi saat meninjau perkebunan kopi produktif di Kecamatan Blangkejeren. Foto: Dok. Anuar Syahadat]

Pada tahap pertama pembagian bibit kopi Program GERETEK, Bupati memastikan hanya bisa untuk 2.500 hektare (Ha) lahan, dan selanjutnya 1.300 Ha lahan lagi.

“Bantuan bibit kopi untuk Gayo Lues 3.800 hektare. Untuk 2.500 hektare pembagian bibit tahap pertama, dan 1.300 hektare tahap selanjutnya,” ujarnya.

Dengan bertambahnya perkebunan kopi di Kabupaten Gayo Lues, Bupati sangat yakin jika dua tahun ke depan ekonomi masyarakat akan membaik. Sebab, rata-rata kebun kopi yang sudah produktif mampu menghasilkan uang di atas Rp100 juta per tahun.

Petani Diminta Segera Siapkan Lahan

[Tanaman kopi Arabika di Gayo Lues sedang berbuah lebat. Foto: Dok. Anuar Syahadat]

Petani di Kabupaten Gayo Lues diminta segera menyiapkan lahan untuk menanam kopi dan segera membuat lubang tanamnya. Permintaan itu disampaikan Bupati mengingat pembagian bibit akan segera dilakukan.

Bagi warga yang terdaftar sebagai CPCL tetapi lahanya belum siap tanam, maka Pemda Gayo Lues akan menggantikannya dengan petani lain yang sudah siap lahannya untuk ditanami.

“Penerima bantuan bibit ini harus yang lahannya sudah bersih dan sudah dilubangi. Jika lahan belum bersih dan belum dilubangi, meskipun sudah masuk sebagai CPCL, maka akan digantikan dengan warga yang lahannya sudah siap ditanam,” katanya.[]