BLANGKEJEREN – Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., merasa ada yang aneh dikalangan petani, pasalnya, saat ini banyak warga yang bersetatus petani tetapi masih membeli sayur dari pajak dan pedagang sayur keliling.
“Coba kita perhatikan bapak-bapak dan ibuk-ibuk, saat ini banyak sekali di KTP warga sebagai petani, tetapi istrinya hampir setiap hari menunggu becak sayur untuk dibeli,” kata Bupati saat penyerahan zakat dan infak secara simbolis di Balai Pendopo, Kamis, 9 Oktober 2025.
Padahal kata Bupati, jika ditotalkan jumlah uang untuk membeli sayur mayur dan kebutuhan dapur per bulanya sangat banyak, untuk itu kedepan masyarakat harus berpikir cerdas agar sayur-mayur ditanam dipekarangan rumah.
“Saat ini banyak sekali masyarakat yang mengambil uang dari Koprasi, tuntutan ini harus dilakukan warga karena kebutuhan, tetapi kita tidak sadar dengan menanam sayur dipekarangan rumah, bisa sedikit menguranggi beban keluarga,” ujarnya.
Bupati mengigatkan kepada warga agar jangan sampai ekonomi keluarga bocor, jika masih bisa ditanam dipekarangan rumah, untuk apa membeli sayur karena pekerjaan di KTP juga petani.[]



