SIGLI – Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, Selasa, 6 Mei 2025, meninjau lokasi tanggul penahan abutment jembatan di Gampong Cot Sutui, Kecamatan Keumala, yang ambruk diterjang banjir pada Januari 2025. Jika tidak ditangani segera, sedikitnya 3000 hektare sawah terancam kering.

Setiba di lokasi, Bupati didampingi Kepala Dinas PUPR Pidie Buchari, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Hasballah, dan sejumlah pejabat lainnya menyaksikan kondisi tanggul sungai serta sayap abutment jembatan talang yang ambruk ke sungai. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani akan ambruk talangnya.

Jembatan Daerah Irigasi (DI) Baro Raya itu, menurut Sarjani, merupakan wewenang Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Pemkab Pidie sudah mengirimkan surat kepada BWS untuk segera melakukan perbaikan pemeliharaan.

"Kondisi ini sudah kita laporkan kepada BWS, untuk ditangani. Karena jika dibiarkan akan ambruk talangnya menyebabkan sekitar 3000 hektare sawah di lima kecamatan mengalami kekeringan," kata Bupati Sarjani kepada portalsatu.com/.

Menurut Sarjani, talang air yang menyatu dengan bangunan jembatan tersebut selama ini berfungsi mengairi air ke persawahan di Kecamatan Sakti, Mila, Delima, Pidie dan Grong-Grong. Penanganan harus segera dilakukan mengingat masyarakat umumnya petani sawah.

Selain itu, lanjut Sarjani, menyahuti program Presiden Prabowo mewujudkan swasembada pangan, jaringan irigasi sebagai penunjang utama bagi petani untuk mengairi persawahan harus menjadi program prioritas bagi pemerintah.

"Sebagai penunjang tercapainya daerah swasembada pangan, maka irigasi yang rusak harus segera ditanggulangi," ucap Sarjani.[]