BLANGKEJEREN – Banjir dan longsor di Kabupaten Gayo Lues menyebabkan kerusakan parah di setiap jalan lintas nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten. Keadaan ini membuat Gayo Lues masih terisolasi meskipun jalur ke Abdya sudah bisa ditembus dengan keadaan ekstrem.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, Selasa, 9 Desember 2025, mengatakan untuk akses jalan lintas nasional Gayo Lues-Aceh Tenggara (Agara) masih membutuhkan waktu sekitar 10 hari lagi agar bisa diakses.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, akses Gayo Lues-Aceh Tenggara membutuhkan waktu sekitar 10 hari lagi,” kata Suhaidi di Pendopo Bupati Gayo Lues.

Pemda, kata Bupati, terus mendorong pemerintah pusat agar jalan lintas nasional Gayo Lues-Agara dipercepat. Sebab, jalan itu merupakan urat nadi masyarakat Gayo Lues untuk membawa bahan makanan, BBM, dan mengeluarkan hasil pertanian.

“Informasi terkahir yang kami terima, penanganan jalan Gayo Lues-Aceh Tenggara akan dikerjakan oleh PT HK. Mudah-mudahan pengerjaaanya segera rampung,” ujarnya.

Saat ini, delapan alat berat yang masih dikerahkan Pemda untuk membuka akses jalan tertimbun longsor dan amblas. Baik di jalan lintas nasional, jalan provinsi, maupun jalan kabupaten.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua daerah terisolir bisa segera ditembus, sehingga penyaluran logistik dan pemeriksaan kesehatan warga bisa berjalan dengan baik,” ucap Suhaidi.[]