BANDA ACEH – Anggota Badan Legislasi (Banleg) DPRA, Azhari alias Cage, mengatakan materi pembahasan Qanun Pilkada tentang calon independen berasal dari eksekutif. Namun, ada cerita menarik dalam pernyataan politisi yang kerap disapa Cage ini ketika menjadi narasumber dalam diskusi publik bertajuk “Menyoal Persyaratan Jalur Perseorangan Dalam Draf Qanun Pilkada” di 3 in 1 Cafee, Banda Aceh, Selasa, 19 April 2016.
“Ini masih bahan materi rapat dan materinya berasal dari eksekutif, dan anehnya lagi pihak eksekutif tiba-tiba menarik diri saat pembahasan lanjutan akan dilakukan,” kata Cage mengawali orasinya mewakili Banleg dalam diskusi tersebut.
Ia bercerita ada kesan aneh dalam pembahasan qanun tersebut. Pasalnya pihak eksekutif tidak datang lagi saat pembahasan lanjutan dilakukan–yang menurut Cage–tanpa alasan jelas.
“Saat pembahasan lanjutan pihak eksekutif tidak hadir. Kami hanya menerima pesan singkat bahwa eksekutif tak bisa hadir. Sedangkan surat resmi kami kirim ke sana,” kata dia.
Dia mengatakan draf Qanun Pilkada yang beberapa hari terakhir sempat menghebohkan rakyat Aceh belum menjadi keputusan final. Ia meminta masyarakat untuk tidak panik.
“Itu masih draf dan bahan materi rapat. Nanti juga akan ada ruang dengar pendapat,” kata Cage.[](bna)


