SUKA MAKMUE – Dua bakal calon Bupati Nagan Raya jalur independen (perseorangan), Muhammad Zahed dan Nurchalis yang sudah menyerahkan syarat dukungan berupa fotokopi KTP ke KIP, nyaris menjadi korban pemerasan oleh orang tak dikenal (OTK).
OTK menghubungi calon independen tersebut melalui telpon dengan mengatasnamakan Said Mudhar yang merupakan komisioner KIP Nagan Raya. Kepada awak media, Muhammad Zahed mengaku dirinya dimintai sejumlah uang oleh OTK yang menghubunginya menggunakan nomor 081314947358.
“Saat dia hubungi saya, dia bilang kalau dia itu komisioner KIP. Dia meminta saya mengirimkan sejumlah uang, dan dia juga mengatakan saya diprediksi lolos verifikasi meski verifikasi tersebut belum selesai dilakukan,” kata Zahed.
Mendengar cara OTK itu berbicara, Zahed merasa curiga. “Saya menawarkan uang 3 juta saja dari jumlah yang diminta 6 juta rupiah,” ujarnya.
“Saya dihubungi Rabu, 17 Agustus 2016. Dia juga mengirimkan nomor rekening yang alamatnya di Medan, Sumatera Utara. Saya mulai tidak percaya dan saya langsung konfirmasi Ketua KIP M.Yasin,” kata Zahed lagi.
Nurchalis juga mengaku ia pernah dihubungi oleh OTK yang meminta sejumlah uang untuk memuluskan tahapan verifikasi syarat dukungan oleh KIP.
“Saya juga pernah dihubungi dan (OTK) meminta sejumlah uang. Saya pikir independensi KIP itu tinggi, jadi saya tidak percaya hal tersebut. Setelah dilacak tim IT saya, posisi nomor tersebut berada di Jakarta,” kata Nurchalis.
Nurchalis meyakini bahwa pelaku bukan orang asing di Nagan Raya. Sebab, kata dia, OTK itu tahu persis soal politik dan tentang para petinggi di Nagan Raya.
“Dia bicara bahasa Aceh fasih dan logat Nagan Raya sangat kental. Saya tahu karena sempat berbincang dengan dia, saya sempat juga mengatakan kalau saya tahu posisi dia,” ujarnya.[](tyb)



