LHOKSUKON – Masyarakat diminta menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Karena itu merupakan modal utama dalam memperkuat kesejahteraan dan juga ciri khas masyarakat Aceh.
Hal itu disampaikan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib atau Cek Mad dalam kata sambutannya pada peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-13 dan Hari Persatuan Gerak PKK ke-44 Aceh Utara di Gampong Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Selasa 6 September 2016.
“Masyarakat Aceh Utara dan seluruh pemerintah gampong, mari hidupkan kembali semangat gotong royong, sehingga budaya ini tidak hilang dan tetap terpelihara. Peringatan BBGRM ini bertujuan mengelorakan kembali semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.
Cek Mad menyebutkan, ia sengaja menyatukan peringatan BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK karena memiliki tujuan yang sama, yakni memelihara rasa kepedulian sosial dan semangat kebersamaan.
“Selama ini Pemerintah Aceh Utara terus melakukan terobosan agar tercapai perubahan dalam segala aspek, khususnya sektor pertanian daerah,” ucapnya.
Pemerintah pusat, lanjutnya, ikut mendukung melalui penyediaan dana desa sejak tahun 2015. Untuk Aceh Utara, dana desa yang berasal dari APBN senilai Rp 498.839.552.000. Sedangkan dari alokasi dana gampong dari APBK Rp 107.557,800.200.
“Saya harap seluruh gampong di Aceh Utara dapat menjadi gampong mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya ucapkan selamat kepada Gampong Buket Hagu yang berhasil terpilih dalam program Kota Terpadu Mandiri (KTM) dari Pusat. Atas prestasi itu, Buket Hagu memperoleh dana APBN untuk pembangunan pasar desa,” pungkasnya.[]



