BLANGKEJEREN – Taher berpelukan dengan Burhanudin, S.Sos., sebagai tanda “politik telah usai”. Taher juga langsung menuju kediaman Burhanudin untuk mengajak membangun Desa Kota Rikit Gaib secara bersama-sama.

Begitulah cara Taher merangkul lawan menjadi kawan, setelah penghitungan suara Pemilihan Kepala Desa Kota Rikit Gaib, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Senin, 31 Mei 2021.

Taher yang merupakan calon incumbent (petahana) dalam Pilkades itu, meraih 214 suara. Sedangkan calon lainnya, Burhanudin, memperoleh 101 suara. Dengan demikian, Taher berhak menjadi pemimpin pemerintahan Desa Kota Rikit Gaib periode kedua kalinya.

Lantas, bagaimana ceritanya sehingga Taher langsung menuju kediaman Burhanudin untuk mengajak membangun desa bersama, usai Pilkades itu?

“Setelah penghitungan, saya memperoleh 214 suara, dan rekan saya, Burhanudin 101 suara. Kemudian saya langsung ke rumahnya atas inisiatif sendiri. Burhanudin juga terharu dan berterima kasih, dan kami akan bersama-sama membangun desa ini,” tutur Taher kepada portalsatu.com/ melalui pesan WhatsApp, Rabu, 2 Juni 2021.

(Taher dan Burhanudin, dua calon Kepala Desa Kota Rikit Gaib saat Pilkades. Foto: Istimewa)

Kepala Desa terpilih Kota Rikit Gaib itu juga mengajak seluruh masyarakat agar jangan pernah menggabungkan antara politik dan hubungan sosial. Politik harus diakhiri ketika penghitungan suara selesai dan sudah ada pemenangnya.

“Setelah penghitungan suara, itu artinya politik telah usai. Masyarakat harus kembali kekehidupan seperti biasa tanpa ada perbedaan lagi, karena desa akan maju ketika masyarakatnya kompak, tanpa perpecahan, dan tidak boleh menggabungkan politik dengan kehidupan sosial,” kata Taher.

Sebelumnya, di depan ratusan warga usai penghitungan suara, Taher dan Burhanudin langsung mengumumkan bahwa pemilihan telah selesai dan semua penduduk harus bersama-sama membangun desa. Menurut Taher, perbedaan dalam pemilihan adalah hal yang wajar, dan hubungan sosial harus kembali dipererat setelah penghitungan suara.

Sementara itu, Burhanudin, yang menjadi lawan Taher dalam Pilkades Kota Rikit Gaib, mengatakan rekannya, Taher, datang sendirian ke rumahnya setelah pemilihan selesai. Keduanya membicarakan bersama-sama membangun desa secara mandiri.

“Alhamdulilah, Pilkades kali ini luar biasa, sebagai Pilkades yang menjadi contoh dan rujukan desa lain: aman, damai, dan tertib. Kami sama-sama berharap agar desa ini bisa lebih baik ke depanya,” ucap Burhanudin.[]

Baca juga: Menang Pilkades, Petahana ke Rumah Calon yang Kalah Ajak Bangun Desa Bersama