LHOKSUKON – Cuaca ekstrem di laut membuat hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, berkurang. Jangankan memperoleh untung, kata Yusuf, 56 tahun, nelayan asal Gampong Teupin Kuyun, Seunuddon, hasil yang diperoleh hanya menutupi ongkos atau modal yang dikeluarkan untuk melaut.
“Biasanya jika cuaca bagus, seminggu melaut saya dapat 20 drum atau 20 ton ikan. Tapi akhir-akhir ini cuma dapat 10 ton, sesekali ada dapat 15 ton,” ujar Yusuf, kepada portalsatu.com, Minggu, 29 April 2017.
Ia menyebutkan, dalam sekali melaut, ia harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah. “Meski hasil tangkapan ikan pas-pasan dan hanya cukup mengganti modal, saya tetap melaut, dari pada menganggur,” ucap Yusuf.
Hal itu dibenarkan Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf, yang dihubungi secara terpisah. “Sejak dua bulan terakhir hasil tangkapan ikan memang berkuran, mungkin dipengaruhi faktor cuaca di perairan yang belum normal. Cuaca di laut sekarang, kadang angin kencang dan gelombang besar. Dalam sepekan ini cuaca mulai bagus, tapi tangkapan ikan memang kurang. Mungkin soal rezeki juga, kita serahkan kepada Allah saja, rezeki sudah diatur,” pungkasnya. []


