LHOKSUKON- Sejak sepekan terakhir cuaca ekstrem terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Akibatnya sebagian nelayan takut melaut, sehingga harga ikan pun melonjak.

“Sejumlah nelayan sampai hari ini takut melaut,” kata Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara, Ismail Insya, kepada portalsatu.com, Sabtu, 2 Januari 2016

Ismail Insya menyebut cuaca ekstrem membuat gelombang laut tinggi dan angin kencang.  “Di laut cuaca ekstrem, ikan pun sulit untuk didapatkan dan ditambah nelayan takut melaut. Ini yang menyebabkan harga ikan terus melonjak naik,” ujarnya.

Menurut Ismail, selama cuaca ekstrem, sebagian kebutuhan ikan untuk kawasan Aceh Utara dipasok dari Belawan dan Sibolga. “Sebab nelayan Aceh Utara hanya bisa menangkap ikan di tepian pesisir (kurang dari empat mil) dan ini tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengimbau agar para nelayan yang nekat melaut tetap berhati-hati. “Siapkan berbagai perlengkapan agar sewaktu-waktu cuaca ekstrem nelayan bisa menyelamatkan diri nantinya,” ujar Ismail.[]