SUKA MAKMUE – Pembangunan pasar dengan anggaran senilai Rp 4,7 miliar dari APBK Nagan Raya di Gampông Ujong Pasie, Kecamatan Kuala, kini terbengkalai karena ditinggalkan pekerjanya sejak beberapa bulan lalu.

Pasar yang direncanakan siap pada awal 2016 itu hingga saat ini diperkirakan baru selesai sekitar 5 persen. Amatan portalsatu.com di lokasi siang tadi, Rabu, 1 Juni 2016, secara fisik pembangunan yang dilakukan baru sebatas pembangunan tiang-tiang pondasi saja.

Sekretaris Komisi C DPRK Nagan Raya, Cut Man, yang melakukan inspeksi ke lokasi tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Pasalnya, proyek bernilai miliar rupiah itu belum berbentuk.

“Kalau seperti ini bangunannya, ayam saja tidak mau kalau ini dijadikan kandangnya,” kata Cut Man dengan terheran-heran.

Cut Man menegaskan, dengan kondisi seperti itu proyek pembangunan pasar tradisional terpadu itu lebih tepat disebut proyek pembangunan tiang pondasi setengah jadi. Proyek itu, kata dia, seharusnya sudah diselesaikan awal 2016. Setidaknya, kata Cut Man, kontraktor sudah bisa mencairkan dana sebesar 30 persen.

“Kita mengharapkan para penegak hukum, KPK khususnya untuk turun ke lapangan menuntaskan dan memakaikan baju kuning spesialnya kepada para oknum yang terlibat,” katanya.[](ihn)

Laporan Riski Bintang