BLANGKEJEREN – Tenaga medis Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (RSUMAK) Kabupaten Gayo Lues tidak jadi menghentikan pelayanan terhadap pasien Covid-19. Pernyataan itu disampaikan Safwan, salah satu dokter yang bekerja di RSUMAK dan juga sebagai juru bicara tim gugus kabupaten setempat, Selasa, 8 Juni 2021.

Safwan membenarkan sebelumnya tenaga medis dan nonmedis RSUMAK membuat surat pernyataan akan menghentikan pelayanan terhadap pasien Covid-19 jika insentif tahun 2020 selama tiga bulan tidak dibayarkan Pemerintah Daerah.

“Benar, kemarin teman-teman memang membuat surat pernyataan. Tapi tidak jadi dilakukan mogok melayani pasien Covid-19 karena Pemerintah Daerah sudah mentransfer insentif ke rekening RSUMAK,” kata Safwan melaui sambungan telepon WhatsApp.

Safwan menyebut insentif senilaiRp1,1 miliar untuk tenaga medis dan nonmedis RSUMAK sudah sangat lama tidak dibayarkan Pemda, sehingga para petugas sempat berinisiatif tidak akan melakukan lagi pelayanan terhadap pasien Covid-19 sebelum insentif diberikan.

“Coba bayangkan, sudah sembilan bulan tenaga medis dan nonmedis yang melayani pasien covid tidak menerima insentif. Mereka juga hanya berharap dari itu untuk keluarganya,” jelasnya.

Mengigat dana insentif kini berada di rekening RSUMAK, Safwan mengaku seluruh tenaga medis dan nonmedis sepakat tetap melakukan pelayanan terhadap pasien Covid-19. Dengan harapan hari ini juga bisa ditransfer pihak manajemen RSUMAK ke rekening masing-masing tenaga medis dan nonmedis.[]