ACEH UTARA – Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran kembali meninjau makam Pahlawan Nasional Cut Meutia di Kawasan Hutan Lindung Gunung Lipeh, Ujong Krueng Kereuto, Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, 19 April 2025.
Kali ini, Danrem didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. Dini Imran melihat kondisi terkini bangunan makam Pahlawan Nasional Cut Meutia, yang dikerjakan oleh prajurit TNI.
Pekerjaan pembangunan makam Cut Meutia yang diinisiasi oleh Danrem Ali Imran dimulai pada Oktober 2024 lalu. Menurut Danrem, saat ini progres pembangunan makam Cut Meutia dan makam Teungku Seupot Mata sudah hampir 80 persen. Material untuk pembangunan makam itu dipesan dari Bandung, sama persis dengan material makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien yang berada di Kompleks Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Sumedang, Jawa Barat.
Kondisi medan jalan menjadi hambatan pembangunan makam Cut Meutia di tengah hutan belantara. “Memang kendala medan agak sulit, dari titik ujung jembatan untuk sampai ke makam. Namun agar tidak pecah kita upayakan menggunakan (traktor) John Deere, sehingga semua materialnya bisa diangkut dan cepat dipasang, itu khusus fisik bangunan makam. Sedangkan fasilitas lain seperti pembangunan plaza, galeri, musala, dan toilet masih 30 persen,” kata Danrem Ali Imran.
Saat peninjauan tersebut, dalam rombongan Danrem juga ikut Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Makhyar, perwakilan staf PLN Lhokseumawe dan beberapa prajurit TNI. Mereka menelusuri jalur sungai menuju makam Cut Meutia. Sebagian anggota rombongan menggunakan trail dari akses jalan baru.
“Terpaksa kita lalui dari jalur lewat sungai. Tadi kita tempuh satu jam lebih, sekitar 2,5 kilometer, mengangkut material berupa besi, marmer keramik dan genteng, semuanya membutuhkan tenaga dan kehati-hatian,” ujar Danrem.

[Danrem Ali Imran dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD IM Ny Dini Imran menelusuri sungai menuju makam Cut Meutia. Foto: Penrem Lilawangsa]
Danrem menargetkan pembangunan dua makam tersebut akan selesai pada Juli 2025 mendatang. Sementara untuk pembangunan kompleks makam masih membutuhkan waktu pekerjaannya, sebab kondisi medan jalan sulit dilintasi. Terlebih saat ini musim hujan, menyebabkan akses jalan baru belum bisa dilalui kendaraan biasa untuk membawa material.
Harapanya kepada pemerintah, pembangunan jalan menuju makam Cut Meutia agar dibuka secara permanen dan diaspal. Terutama dari titik jembatan gantung yang kondisinya terjal.
Selain pembangunan makam dan akses jalan, masih banyak fasilitas lain yang akan dikerjakan. “Saat ini baru dibantu sumbangsih oleh Pegadaian Pusat dan PLN Pusat, sehingga ke depan apabila akses jalan telah memadai dibangun bagus, maka pembangunan makam dan (fasilitas) lainnya akan cepat selesai. Selain memudahkan penziarah, situs sejarah makam Cut Meutia tetap terawat,” pungkas Danrem Ali Imran.
Pembangunan makam Pahlawan Nasional Cut Meutia, pekerjanya melibatkan puluhan prajurit TNI Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0103/Aceh Utara, dibantu personel dari Brigif 25/Siwah, Yonkav 11, Yonarhanud 5, Yonzipur Indrapuri, dan Denbekang Lhokseumawe. Saat melaksanakan pekerjaan tersebut secara bergantian dua bulan sekali, mereka menginap di sekitar makam.[]





