SUBULUSSALAM – Jalan desa yang sulit diakses kendaraan roda empat menyebabkan warga Gampông Darussalam, Kecamatan Longkib, Subulussalam terpaksa memboyong warganya yang sakit dengan sepeda motor karena tidak bisa dijemput ambulans. Ambulans milik Puskesmas Longkib akan menunggu pasien di lokasi tertentu yang sudah bisa diakses roda empat.

“Kondisi warga di sini sangat memprihatinkan apabila ada warga yang sakit atau melahirkan yang ingin dibawa ke rumah sakit, terpaksa harus diangkut dengan sepeda motor akibat jalan menuju Darussalam masih berlumpur,” kata tokoh masyarakat setempat, Jidin Tinambunan, kepada portalsatu.com, Jumat, 6 Mei 2016.

Sebagai contoh kata Jidin, pada Kamis malam sekitar pukul 03:00 WIB dini hari, ada warga yang hendak melahirkan. Saat itu juga pihak desa menghubungi ambulans milik kecamatan agar menjemput warga yang hendak melahirkan tersebut. Namun ambulans hanya bisa menunggu di daerah tanjakan Jahrin.

Mewakili warga setempat, Jidin berharap agar pemerintah bisa menempatkan bidan desa di gampông mereka, agar bisa melayani masyarakat sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami minta kepada pihak terkait untuk bisa mendengarkan keluahan warga ini yang sudah bertahun-tahun masih seperti belum merdeka, akibat jalan dari kecamatan ke gampông masih berlumpur, akibat ini warga mau keluar untuk membeli keperluan ke kecamatan harus melewati lumpur,” katanya.

Padahal kata Jidin, hampir tiap tahun saat musrenbang baik tingkat kecamatan dan kota selalu diusulkan pengerasan jalan. Bahkan jalan tersebut juga sudah diusulkan diaspal tetapi tidak pernah diakomudir oleh pihak pemerintah setempat. ”Sepertinya daerah kami dianaktirikan dengan daerah lain,” katanya.[](ihn)