LHOKSUKON – Berbeda dengan tiga rekan sejawatnya yang tidak mengenal berkirim surat via pos, pemuda tampan ini justru cukup sering menggunakan jasa pos untuk berkirim surat, minimal tiga bulan sekali. Baginya, ada beberapa keperluan yang mengharuskan berkirim surat secara manual melalui pos.

“Saya mengirim surat melalui pos terakhir kalinya sepekan lalu untuk teman. Karena kebutuhan suratnya harus asli, jadi via pos,” ujar Muhammad Hatta, 24 tahun, Duta Wisata Aceh Utara 2017, saat dihubungi portalsatu.com, Selasa, 22 Juni 2017.

Menurutnya, di era modern seperti sekarang ini, via manual juga jangan ditinggalkan. “Meski zaman sudah modern, rasanya tidak harus meninggalkan segala hal yang manual. Itu harus dibarengi agar tidak hilang. Lagi pula, ada beberapa keperluan yang memang mengharuskan dikirim secara manual, salah satunya dengan pos,” ucap alumni Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia di Jakarta itu.

Sebelum terpilih menjadi Duta Wisata Aceh Utara 2017, Hatta terlebih dahulu melakoni dunia presenter. “Iya, dulu sempat ikut beberapa event. Saat lomba presenter SCTV meraih Juara Harapan II. Dalam lomba debat pajak se-DKI Jakarta saya meraih Juara II,” bebernya.

Bagi Hatta, menyandang gelar Duta Wisata bukanlah perkara mudah karena itu membutuhkan tanggung jawab yang besar.

“Saya ingin bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Menjadi duta, artinya, memiliki tanggung jawab untuk berperan aktif mempromosikan pariwisata di Aceh, khususnya Aceh Utara yang kaya akan potensi wisata dan kesenian,” ucapnya. 

Terlebih lagi, lanjut Hatta, Aceh Utara tercatat sebagai penyumbang kesenian terbesar dalam sejarah kesenian Aceh.

“Untuk itu sebagai Duta Wisata dituntut lebih aktif, kreatif dan inovatif serta menciptakan ekonomi kreatif agar perekonomian masyarakat Aceh Utara terus membaik, sehingga kejayaan masa Kerajaan Samudera Pasai tempo dulu dapat terwujud kembali,” kata Hatta.[]