TAPAKTUAN – Puluhan hektare tanaman padi milik warga di Kemukiman Kuala Ba`u, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan gagal panen pada musim tanam rendengan tahun 2017 ini. Kemukiman Kuala Ba`u tersebut terdiri dari empat desa masing-masing Keude Padang, Simpang Le, Suak Geuringgeng dan Pasie Kuala Ba`u.

Zamhuri (40), salah seorang petani Desa Pasie Kuala Ba`u mengungkapkan penyebab utama terjadinya gagal panen puluhan hektare tanaman padi disebabkan serangan hama burung pipit.

“Akibat semakin parahnya serangan hama burung pipit, banyak petani terpaksa membiarkan begitu saja tanaman padinya yang sudah siap panen. Karena mayoritas bulir padi yang sudah menguning tersebut sudah kosong akibat dimakan burung, sehingga antara hasil yang diperoleh dengan ongkos kerja yang dikeluarkan sudah tidak seimbang,” kata Zamhuri kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat, 17 Februari 2017.

Menurutnya, para petani di wilayah tersebut sudah kehabisan akal dan cara dalam menghalau kedatangan gerombolan burung pipit kepala putih. Upaya menghalau serangan burung, kata dia, sudah ditempuh oleh para petani mulai dengan cara memasang patung mirip atau menyerupai manusia hingga memasang mainan dan VCD bekas yang diikat pada tali mengelilingi lahan persawahan.

“Serangan hama burung kali ini terkesan agak rada-rada aneh sedikit. Sebab biasanya dengan telah di halau dengan patung menyerupai manusia disertai bunyi-bunyian dari mainan yang di ikat pada tali yang di pasang mengelilingi sawah saat di hembus angin, burung – burung tersebut sudah terbang lari ke tempat lain. Tapi kali ini burung-burung itu sudah semakin bandel. Semakin di takut-takuti dengan mainan tersebut, gerombolan burung justru semakin betah lama-lama hinggap di batang padi,” ujarnya.

Karena itu, dirinya mewakili puluhan petani lainnya mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Pertanian dan Peternakan segera mencari solusi konkrit untuk mengatasi serangan hama burung pipit yang sudah sangat meresahkan para petani setempat.

“Terus terang saja saya akui bahwa, para petani sudah kewalahan dalam menghalau serangan hama burung. Mungkin saja dari pihak dinas teknis dalam hal ini Dinas Pertanian memiliki teknis tersendiri yang lebih efektif dalam menghalau burung, maka kami mohon tolong dibantu para petani di Kemukiman Kuala Ba`u,” pintanya.

Ia juga meminta kepada Dinas Pertanian Pemkab Aceh Selatan agar memfasilitasi seluruh petani di Kecamatan Kluet Utara khususnya di Kemukiman Kuala Ba`u, agar segera merealisasikan pola tanam padi serentak pada musim tanam gadu ke depannya.

“Sebab melalui pola tanam padi serentak tersebut, setidaknya akan mampu meminimalisir dampak kerugian yang di tanggung oleh para petani. Sebab konsentrasi serangan hama burung setidaknya sudah terpecah, tidak lagi terfokus pada satu tempat atau satu lokasi saja,” pungkasnya.[]