Kondisi negara Venezuela semakin memanas. Beberapa hari lalu, pemimpin oposisi Venezuela dari Majelis Nasional, Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden Venezuela sementara. Keputusan Juan ternyata didukung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Australia dan Kanada.
Bahkan, Amerika Serikat kabarnya sedang mempertimbangkan akan menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Tapi opsi agresi militer ini belum diputuskan secara resmi.
Di tengah tekanan negara Barat, Presiden Venezuela Nicolas Maduro justru memamerkan kekompakan militer Venezuela. Dalam aksi pamernya ini, Maduro hanya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia didukung pasukan militer Venezuela yang siap membela negaranya.
Lalu, seperti apa kekuatan militer Venezuela di tengah memanasnya hubungan dengan Amerika Serikat?
Memiliki 55000 Personel Militer
Tahun 2018, total personel militer Venezuela berjumlah 515.000 orang. Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian, nama resmi angkatan bersenjata venezuela, dikendalikan oleh Panglima Tertinggi (Presiden) dan Menteri Pertahanan sipil.
Militer Venezuela juga terdiri dari angkatan laut, angkatan darat dan angkatan udara, ada juga National Guard dan milisi nasional yang berfokus pada keamanan dalam negeri.
Memiliki Banyak Senjata Tempur
Senjata tempur Venezuela rata-rata buatan Rusia. Pada 2005, Venezuela juga mengakuisisi 3 radar pengintai jarak jauh 3D JYL-1 dari Tiongkok.
Kemudian pada 2008, Venezuela membeli 51 helikopter militer dari Rusia. Helikopter itu adalah Mi-17, 3 Mi-26 dan 8 Mi-35. Pada tahun 2006 Venezuela membeli 100.000 senapan serbu AK-103 Rusia. Pada tahun 2006 pula, Venezuela membeli 24 jet tempur Su-30MK juga dari Rusia.



