LHOKSEUMAWE – Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) sudah menyetor dividen hasil pengelolaan Rumah Sakit Arun ke Kas Daerah Pemko Lhokseumawe Rp1 miliar.

“Kita setor ke kas daerah Rp1 miliar pada awal September 2017. Itu merupakan keuntungan hasil pengelolaan Rumah Sakit Arun tahun 2016,” ujar Direktur Utama PDPL Adnan Nur Yusuf dihubungi portalsatu.com lewat telepon seluler, Jumat, 3 November 2017, sore.

Adnan menyebutkan, sesuai Qanun Kota Lhokseumawe tentang PDPL, pihaknya berkewajiban menyetorkan 50 persen ke kas daerah dari total dividen atau keuntungan diperoleh perusahaan tersebut. “Lima puluh persen lagi, sesuai ketentuan dalam qanun, untuk pengembangan, termasuk ada bonus. (Untuk pengembangan) misalnya, ada (fasilitas RS Arun) yang rusak maka diperbaiki, dan yang perlu ditambah dilakukan penambahan,” katanya.

Sedangkan dividen tahun 2017, Adnan melanjutkan, akan disetor oleh PDPL ke kas daerah pada tahun 2018. “Saya optimis, dengan dukungan semua pihak, mudah-mudahan ke depan PDPL akan terus berkontribusi untuk PAD Lhokseumawe,” ujar Adnan.

Untuk diketahui, PDPL mengelola Rumah Sakit Arun di Kompleks Perumahan Karyawan PT Perta Arun Gas/PAG (Eks-Perumahan Karyawan PT Arun), Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe sejak Januari 2016.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota (BPKK) Lhokseumawe Azwar membenarkan PDPL sudah menyetor dividen ke kas daerah Rp1 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Adnan menjawab portalsatu.com, 22 Agustus 2017, mengatakan, “Kami sudah menandatangani komitmen bahwa tahun 2017 dan 2018 kita komit menyetor Rp2 miliar untuk PAD. Komitmen itu kami teken dengan pihak dinas yang membidangi PAD di Pemko Lhokseumawe akhir 2016”. (Baca: Soal PAD, Dirut PDPL: Kita Komit Menyetor Rp2 M Untuk 2017-2018)

Gas kota

Selain mengelola RS Arun, PDPL juga menjadi mitra lokal PT Pertagas Niaga dalam pengelolaan bisnis Gas Kota atau Jaringan Gas Rumah Tangga di Kecamatan Muara Satu.

Menurut Adnan, dari 4.000 sambungan rumah (SR) yang infrastruktur jaringan gas itu dibangun pemerintah tahun 2014, selama ini baru terealisasi suplai gas untuk 1.500 SR. “Informasi terbaru, untuk 2.500 SR lagi akan beroperasi akhir tahun ini. Minggu depan akan turun petugas dari Pertagas Niaga ke lapangan untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Sebelum akhir Desember mudah-mudahan sudah tuntas,” katanya.

Sebelumnya, Adnan menyebutkan, Gas Kota belum menghasilkan keuntungan, tetapi juga tidak rugi sebab gaji para karyawan bidang usaha itu ditanggung Pertagas Niaga.[](idg)