LHOKSEUMAWE – Puluhan dosen aparatur sipil negara (ASN) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar aksi solidaritas di Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe, Senin, 20 Januari 2025. Mereka menuntut pemerintah membayarkan tunjangan kinerja (Tukin) dosen ASN sejak tahun 2020.

Koordinator aksi, Kamaruddin Hasan membacakan pernyataan sikap yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keungan RI, Ketua Komisi X DPR RI, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek).

Adapun pernyataan sikap Sivitas Akademika Unimal terkait Tukin, pertama, Keputusan Kementerian terkait hak-hak dosen harus dilaksanakan secara konsisten, transparan, dan adil demi menjaga profesionalisme dan kesejahteraan dosen.

Kedua, pembayaran Tukin dosen ASN harus segera direalisasikan sejak tahun 2020 berdasarkan jenjang jabatan fungsional.

Ketiga, Tukin wajib diberikan kepada seluruh dosen ASN, tanpa membedakan status sertifikasi dosen (serdos) dan klasterisasi kampus.

Keempat, Tukin ASN dan tunjangan profesi dosen (serdos) harus dipisahkan secara jelas, mengingat tunjangan profesi dosen diberikan kepada seluruh dosen yang sudah tersertifikasi termasuk dosen di PTS.

Kelima, kebijakan yang tidak adil memengaruhi seluruh dosen ASN, baik yang telah maupun yang belum memperoleh serdos.

“Kami berharap kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikti Saintek untuk segera memenuhi tuntutan ini demi menciptakan lingkungan kerja yang adil dan mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia,” tegas Kamaruddin Hasan.[](red)