SIGLI – Dua bakal calon Bupati Pidie kali ini diisi oleh mantan petinggi kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mereka merupakan murid langsung Deklarator GAM (almarhum) Tengku Muhammad Hasan Di Tiro yang dilatih di Libya.

Dua eks-Tripoli, Libya yang sudah menyatakan maju untuk merebut kursi nomor satu Pemerintah Kabupaten Pidie, yaitu bupati saat ini Tengku H. Sarjani Abdullah dan Roni Ahmad alias M. Sufi atau lebih dikenal dengan sebutan Abusyik Sufi.

Sarjani Abdullah dipastikan maju melalui Partai Aceh (PA), sama seperti saat pilkada 2012 silam. Sarjani bahkan sudah menyatakan maju kembali bersama M. Iriawan, S.E., Wakil Bupati Pidie periode ini. Sedangkan Abusyik Sufi hingga saat ini belum memublikasikan sosok calon wakilnya. Namun, ia menyatakan maju melalui jalur independen (perseorangan).

Kedua sosok ini merupakan tokoh berpengaruh di kalangan Komite Peralihan Aceh (KPA) Pidie maupun KPA Pusat. Sejumlah warga berharap meski kedua eks-Tripoli ini bersaing dalam pilkada, harus mengedepankan proses demokrasi bersih.

Berdasarkan informasi dihimpun portalsatu.com, Sabtu, 2 April 2016, kubu Abusyik sedang gencar melakukan konsolidasi mulai dari tingkat atas hingga ke pelosok Pidie. Tim pemenangannya yang diberi nama “Cuco Abusyik Sufi (Cas)” juga melakukan sosialisasi melalui jejaring sosial Facebook. Ada motto yang dituliskan: “Tamumat beukoeng meubek goyang tacok pulang beulagei ban pinta”.

Sedangkan kubu Sarjani, tampaknya tidak susah melakukan sosialisasi, karena sosok ini sangat dikenal di semua kalangan masyarakat, mulai dari birokrasi hingga rakyat akar rumput. Maklum, saat ini Sarjani orang nomor wahid di Pemkab Pidie.

Programnya yang menjadi andalan Bupati Sarjani, di antaranya pembangunan Masjid Agung Al-Falah, Sigli. Perjuangan penegerian Unigha dan program “satu hari satu ayat” bagi semua sekolah di Pidie.[] (idg)