BANDA ACEH – Irwandi Yusuf dan para pendukungnya kini tampaknya sudah merasa lega. Maklum, setelah beberapa bulan terakhir sempat dag dig dug, akhirnya muncul sikap resmi Partai Demokrat untuk mengusung Irwandi di pilkada 2017. Irwandi pun berjodoh dengan Nova Iriansyah, Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.
Bagi Irwandi, pilkada 2017 adalah yang ketiga kali ia maju sebagai calon Gubernur Aceh. Mulanya, putra Bireuen itu maju pada pilkada langsung 2006. Mantan Senior Representatif GAM untuk AMM itu berduet dengan Ketua Dewan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Muhammad Nazar sebagai calon Wakil Gubernur (Wagub). Hasilnya, pasangan calon jalur independen (perseorangan) itu meraih kemenangan dan berkuasa di Aceh selama lima tahun.
Irwandi kemudian kembali mencalonkan diri pada pilkada 2012. Calon incumbent (petahana) ini berpasangan dengan Muhyan Yunan, mantan Kepala Dinas Bina Marga Aceh. Saat itu, pasangan calon jalur independen ini dikalahkan oleh Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Mualem) yang diusung Partai Aceh (PA), partai lokal yang lahir pascadamai Aceh dan kemudian menjadi partai politik penguasa di Serambi Mekah.
Irwandi kini kembali maju pada pilkada 2017. Pendiri Partai Nasional Aceh (PNA) ini berduet dengan Nova Iriansyah, yang pernah menjadi lawan pasangan Irwandi-Muhyan pada pilkada 2012. Saat itu, Nova adalah calon Wagub berpasangan dengan calon Gubernur Muhammad Nazar, mantan pendamping Irwandi pada pilkada 2006.
Kepastian duet Irwandi-Nova baru lahir beberapa hari lalu, setelah partai milik SBY memberikan surat rekomendasi kepada pasangan calon itu untuk maju pada pilkada 2017. Didasari pertimbangan bahwa Irwandi yang dipasangkan dengan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Nova Iriansyah memiliki kesamaan visi dan misi dalam menjaga perdamaian dan program prioritas pembangunan untuk Aceh, demikian pernyataan DPP Partai Demokrat (PD) yang diterima portalsatu.com, 5 Agustus 2016.
Pasangan ini diklaim telah memenuhi syarat untuk maju pada Pilkada Aceh 2017 dengan mengantongi 13 kursi. Rinciannya, PD delapan kursi, PNA tiga kursi, PKB dan PDA masing-masing satu kursi di DPR Aceh. (Baca: Demokrat Resmi Usung Irwandi-Nova di Pilkada 2017)
Surat rekomendasi DPP PD itu merupakan hasil akhir dari penantian Irwandi. Sebelumnya, suami Darwati A. Gani itu dikabarkan dekat dengan Partai NasDem, dan partai nasional (parnas) itu berpotensi menjadi salah satu kendaraan utama bagi Irwandi menuju pilkada 2017. Irwandi melalui timnya ikut mendaftar ke kantor Partai NasDem Aceh, 24 Maret 2016, untuk disurvei.
Sejumlah kalangan menilai sangat beralasan jika Irwandi dan Partai NasDem awalnya sama-sama menaruh harapan bakal menyatukan langkah menuju pilkada 2017 meski harus berkoalisi dengan partai lainnya. Pasalnya, tiga kader partai milik Irwandi yang duduk di DPR Aceh periode ini tergabung dalam Fraksi NasDem. Partai NasDem memiliki delapan kursi plus PNA tiga kursi, sehingga Fraksi NasDem totalnya 11 kursi, dan hasilnya mendapatkan satu kursi pimpinan DPRA.
Pengamat politik Unsyiah Effendi Hasan menilai ada pertimbangan tertentu di internal Partai NasDem, sehingga kemudian tidak “berjodoh” dengan Irwandi. Padahal, kabarnya hasil survei terhadap para kandidat gubernur Aceh yang dilakukan NasDem juga menempatkan Irwandi pada posisi tertatas.
Sementara Pak Irwandi tidak mau menunggu lama (jawaban dari Partai NasDem), karena pilkada semakin hari semakin dekat. Artinya, dalam konteks politik harus jelas, kata Effendi Hasan saat diwawancarai portalsatu.com lewat telpon seluler, Ahad, 7 Agustus 2016.
Menurut sumber portalsatu.com di internal Partai NasDem, parnas ini akan mengusung Tarmizi A. Karim pada pilkada 2017. Berkoalisi dengan parnas lainnya, kata sumber itu, NasDem akan mengumumkan keputusan itu, Selasa, 9 Agustus 2016.
Gagal mendapatkan surat keramat dari partai milik Surya Paloh itu, Irwandi dikabarkan mendekat atau didekati DPD Partai Demokrat Aceh. Namun, menurut sejumlah sumber, saat itu DPP PD tak kunjung memutuskan sikap, sehingga saat hampir bersamaan Irwandi dan Partai Golkar Aceh saling merapat. Anehnya, pimpinan pusat partai penguasa masa Orba itupun tak kunjung mengeluarkan keputusan.
Kondisi itu diduga membuat Irwandi memasang kuda-kuda untuk maju lewat jalur independen. Dia turut menyemangati para pendukungnya yang sejak jauh hari lalu berjuang mengumpulkan fotokopi KTP sebagai upaya antisipasi jika Irwandi gagal mendapatkan kendaraan partai.
Rasa haru dan bangga atas kinerja tim-tim relawan saya karena kerja keras mereka. Tugas mengumpulkan KTP sebagai syarat untuk dapat mencalonkan diri melalui jalur perseorangan, jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan dengan jalur partai, hampir rampung dikerjakan dalam tempo 60 jam sejak instruksi diterbitkan, tulis Irwandi melalui akun Facebook miliknya, 22 Juli 2016. (Baca: Irwandi Yusuf: Energi Positif Kita akan Mengalahkan Tuyul)
Sekitar 13 hari kemudian, penantian Irwandi membuahkan hasil. Rapat Majelis Tinggi DPP PD memutuskan untuk memberikan surat rekomendasi kepada Irwandi berpasangan dengan Nova Iriansyah pada pilkada 2017. Lantas, bagaimana respon para pendukung Irwandi yang selama ini bekerja mengumpulkan dukungan berupa foto kopi KTP?
Alhamdulillah, parlok (PNA dan PDA, red) dan parnas (PD dan PKBversi DPP PKB, red) masih menaruh harapan besar pada Bapak Irwandi Yusuf untuk bisa memimpin Aceh ke depan ke arah yang lebih baik dan maju, ujar Asrul Sani, salah seorang relawan Irwandi di Aceh Utara.
Asrul Sani menyebut dengan adanya parpol pengusung semakin besar peluang untuk memenangkan kontes demokrasi Aceh 2017. Dan mudah untuk bekerja sama nanti antara eksekutif dan legislatif (karena ada dukungan dari sebagian anggota DPRA dari partai pengusung) jika Irwandi menjadi gubernur periode 2017-2022, kata Asrul Sani setelah mengetahui kepastian PD mengusung Irwandi-Nova.
Duet Irwandi-Nova juga mendapat sambutan hangat dari Ketua Seuramoe Irwandi Pusat, Ahmad Dani. Kami mengapresiasi terwujudnya keja sama yang baik antarpartai politik yang mengusung Bapak Irwandi Yusuf dan Bapak Nova Iriansyah sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022, ujarnya.
(Jika nantinya terpilih) semoga Bapak Irwandi Yusuf dan Bapak Nova Iriansyah mampu mengubah suasana Provinsi Aceh yang lagi galau dan sanggup menata kembali keterpurukan perekonomian, kata Ahmad Dani yang berharap pilkada 2017 tanpa kekerasan.
Sementara itu, Irwandi Yusuf mengaku telah mempertimbangkan dua kemungkinan untuk maju kembali sebagai bakal calon Gubernur Aceh pada pilkada 2017. Dua kemungkinan tersebut adalah diusung parnas atau maju melalui jalur independen.
Menurut Irwandi, jika dirinya disuruh memilih, ia berkeinginan maju melalui jalur independen. Karena melalui jalur tersebut kita akan menang secara jantan. Tetapi dalam politik tidak cukup dengan jantan saja. Jadi, ada plus minus-nya lah, ujarnya.
Itu sebabnya, Irwandi memilih jalur parnas. Dia menyebut awalnya ada dua parnas yang terlihat sangat berminat mengusungnya, yaitu Demokrat dan Golkar. Akhirnya siapa yang duluan mengumukan, itu yang saya sambut, katanya. Akhirnya Demokrat serius mengusung saya pada pilkada 2017, ujar Irwandi. (Baca: Irwandi Yusuf: Jantan Saja Tidak Cukup)
Effendi Hasan menilai sikap Partai Demokrat yang akhirnya mengusung Irwandi merupakan keputusan yang baik. Pasalnya, kata dia, selama ini Demokrat salah satu dari sejumlah parnas yang tidak menentukan sikap secara jelas terkait calon pada pilkada 2017. Dengan memberikan dukungan kepada Irwandi, sikap Demokrat sudah jelas, katanya.
Menurut dia, Irwandi yang sudah pernah maju lewat jalur independen pada pilkada sebelumnya, kini memilih diusung parnas atas berbagai pertimbangan. Jalur independen itu mesin politiknya tidak jelas. Amunisi yang harus dikeluarkan juga cukup besar. Karena pertimbangan itu mungkin Irwandi memilih jalur partai, karena partai mesin politiknya sudah jelas sampai ke tingkat desa, ujar Effendi.[] (idg)







