BANDA ACEH – Dua ketua paguyuban “Gayo” Musara Gayo Jakarta, H. Hasan Daling dan Keluarga Negeri Antara (KNA) Banda Aceh Drs. Jamhuri, M.A., menggagas pertemuan paguyuban “Gayo Nusantara”.
“Gagasan pertemuan seluruh paguyuban Gayo di Indonesia penting untuk menyatukan persepsi untuk menunjang pembagunan di wilayah Gayo,” kata Hasan Daling saat bertemu ketua KNA di Skala Coffee & Tea, Pango, Banda Aceh, Kamis, 21 April 2016, malam.
Ketua KNA Jamhuri menyebutkan, selama ini seluruh paguyuban di Indonesia tidak menyambung satu dengan lainnya, sehingga tak terjadi penyatuan persepsi untuk pembangunan Gayo.
“Sekarang kita orang Gayo berpikir tentang Gayo, namun tidak satu pikiran, sehingga meluas dan rawan perdebatan tak berujung. Saya pikir paling sedikit orang Gayo harus berpikir Gayo walau sejam dalam seminggu,” ujar Jamhuri.
Kedua ketua paguyuban masyarakat Gayo itu kemudian bersepakat untuk menentukan waktu dan tempat untuk pelaksanaan pertemuan “Gayo Nusantara” tersebut. “Bisa saja di Jakarta setelah Idul Fitri nanti,” kata Hasan Daling.
Hadir pada pertemuan tersebut, Alamsyah Mahmud Gayo, tokoh masyarakat di Jakarta yang menjelaskan latar belakang muncul nama Musara Gayo. Bendahara KNA Ansari, dan pengusaha burger Novaldin.[]

