SUBULUSSALAM – Pasokan elpiji bersubsidi 3 kilogram dilaporkan langka di Kota Subulussalam sejak sepekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan harga di tingkat agen pengencer melambung tinggi Rp25 ribu per tabung.
Bahkan di sejumlah wilayah yang jauh dari pusat kota seperti Kecamatan Sultan Daulat, Rundeng dan Longkib mencapai Rp30 ribu per tabung. Masyarakat mengeluh, karena selain mahal, gas elpiji juga susah didapat akibat langka.
“Sekarang elpiji masih langka, sudah seminggu. Biasanya harga di tingkat agen pengencer Rp22 ribu per tabung, kini berkisar antara Rp25-30 ribu per tabung,” salah seorang warga Subulussalam, Tapun Sahira kepada portalsatu.com, Kamis, 1 Juni 2017.
Berdasarkan informasi dihimpun portalsatu.com di lapangan pasokan elpiji yang masuk ke Subulussalam sejak sepekan terakhir masih terbatas, sementara permintaan meningkat. Akibatnya warga kesulitan untuk mendapatkan gas bersubsidi tersebut.
Bahkan warga rela mengantre berjam-jam saat pasokan gas tiba di salah satu pangkalan di wilayah Kecamatan Penanggalan, 30 Mei 2017 lalu. Gas kemasan 3 kg sebanyak 1.120 tabung langsung habis dalam hitungan jam. Bahkan, masih banyak warga yang tidak mendapat pasokan gas bersubsidi tersebut.
“Sejak awal puasa ini gas bersubsidi seperti menghilang dari peredaran, susah didapat. Akibat kelangkaan ini, pengecer dilaporkan menaikan harga, makanya jadi mahal,” kata Mardi, warga lainnya.
Warga berharap kelangkaan gas bersubsidi bisa kembali normal. Kelangkaan ini jangan sampai mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Masyarakat berharap, pemerintah melalui dinas terkait supaya mengawasi jumlah pasokan (jatah) gas untuk wilayah Subulussalam jangan sampai disalahgunakan.[]



