BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, konversi Bank Aceh menjadi bank umum syariah tak hanya penting bagi masyarakat Aceh. Tapi juga menjadi sejarah baru bagi perbankan nasional, karena menjadi bank milik pemerintah daerah pertama yang beralih menjadi bank syariah.
“Dampak konversi ini pun cukup terasa, sebab konversi Bank Aceh telah mampu mendukung pertumbuhan kinerja perbankan syariah hingga mampu menembus angka psikologis 5 persen dari total asset perbankan nasional. Dengan indikator ini, insya Allah Bank Aceh tidak hanya mampu berkontribusi bagi pembangunan Aceh, tapi siap berperan untuk pembangunan nasional,” kata Gubernur Zaini melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Aceh Dermawan, di grand launching konversi Bank Aceh di Anjong Mon Mata, Senin, 4 Oktober 2016.
Gubernur mengaku bangga atas kinerja Bank Aceh selama beberapa tahun terakhir, sehingga mampu memperkuat fondasi bisnis Bank Aceh yangn semakin kokoh dan berpengaruh secara nasional. Dari tahun ke tahun pencapaian kinerja perbankan ini dinilai terus meningkat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengungkapkan, ada empat aspek penting yang dihadirkan Bank Aceh setelah beralih ke sistem perbankan syariah, yaitu Bank Aceh akan mampu mendorong peningkatan pasar bank syariah di Indonesia hingga melebihi 5 persen.
Selama ini, 5 persen dianggap sebagai angka psikologis yang sulit untuk dicapai. Artinya, Bank Aceh memiliki peran besar untuk melebihi angka psikologis itu. Selanjutnya, dengan konversi ini Aceh akan menjadi daerah dengan pangsa pasar perbankan syariah terbesar di indonesia, kata Gubernur.
Selain itu, kehadiran Bank Aceh dalam perbankan syariah juga menempatkan bank ini sebagai bank syariah terbesar kelima di Indonesia dengan total aset mencapai R21,90 triliun. Bank Aceh Syariah berada di bawah BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan Bank Muamalat.
Konversi ini berpotensi pula menjadikan Bank Aceh sebagai bank pengelola dana haji kelima terbesar secara nasional. Keberadaan Bank Aceh Syariah juga diharapkan mampu menjadi panutan bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional,” ujarnya.
Untuk mencapai efek positif tersebut, Bank Aceh diharapkan semakin memperluas aksesnya agar masyarakat dapat memanfaatkan jasa dari perbankan seluas-luasanya, yaitu dengan memperbesar akses pembiayaan produktif.
Dalam rangka mensosialisasikan Bank Aceh Syariah, Pemerintah Aceh juga menyatakan sangat sangat mendukung gagasan pihak manajemen yang akan mensosialisasikan Program Geraiku Bank Aceh.
“Melalui gerakan inklusif ini, Bank Aceh tentunya akan lebih maksimal melayani masyarakat di semua segmen dan semua wilayah.”
Di akhir sambutannya, Gubernur selaku Kepala Pemerintah Aceh dan sebagai pemegang saham pengendali, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pembinaan yang telah diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia selama ini.[]




