LHOKSEUMAWE – Pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe, H. Fathani-H. Zarkasyi, berjanji meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir jika mereka terpilih. Komitmen tersebut disampaikan Fathani dalam kampanye tatap muka dihadiri sekitar 1.000 warga Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Ahad, 27 Oktober 2024, malam.

Fathani menegaskan peningkatan taraf hidup masyarakat pesisir menjadi salah satu fokus pihaknya bila mendapat kepercayaan masyarakat memimpin Kota Lhokseumawe ke depan. Berbagai intervensi kebijakan dipacu agar perputaran ekonomi menjadi lebih baik.

“Pengembangan harus dilakukan secara lintas kebijakan, mulai dari penataan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya agar akses ke lokasi wisata [Pantai Ujong Blang] tertata dengan baik, yang berdampak pada peningkatan kunjungan masyarakat sebagai tempat wisata keluarga yang menarik,” ujar Fathani dikutip dari keterangan tertulis diterima portalsatu.com/, Senin (28/10), sore.

Upaya pengembangan juga dilakukan melalui pemberian bantuan khusus untuk pelaku usaha yang mulai berkembang di kawasan pesisir. “Terutama pengolahan ikan agar menjadi sumber ekonomi baru di kawasan Ujong Blang semakin menjanjikan,” ucap Fathani.

Menurut Fathani, hasil tangkapan ikan di laut sudah menjadi sumber pendapatan masyarakat pesisir. Tinggal diupayakan mekanisme pengolahan dan pemasaran secara luas dengan kualitas bersaing. “Rencana jangka pendeknya adalah memberikan bantuan fasilitas usaha, serta membantu meningkatkan cara pengolahan hasil tangkapan agar mempunyai nilai jual yang tinggi,” ungkapnya.

“Hasil olahan dan kemasan produk yang menarik serta fasilitasi pemasaran produk perikanan melalui pembuatan gerai khusus usaha perikanan di Ujong Blang di event-event yang diadakan pemerintah, mampu meningkatkan penjualan yang pada akhirnya perputaran usaha semakin lancar,” tambah Fathani.

Fahtani menambahkan, untuk jangka panjang diperlukan gudang penyimpanan ikan atau cold storage. Sehingga saat hasil tangkapan ikan oleh nelayan melimpah, maka bisa disimpan dan pengolahannya dapat dilakukan kapan saja. “Dan keberlanjutan pasokan ikan tetap terjaga,” pungkasnya.[](ril/*)