SIGLI – Santri Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dari Kabupaten Pidie tergabung dalam FORSAP (Forum Santri Pidie) menggelar acara syukuran setelah meraih juara umum pada perlombaan memperingati Muharram 1438 H. Kegiatan itu dikuti sekitar 2.890 santri dan dewan guru.

Alhamdulillah, kami mengadakan acara syukuran sebagai bentuk rasa syukur dan memperkuat ukhuwah dan rabitah rohaniah antarsesama dewan guru dan santri atas keberhasilan meraih empat juara umum sekaligus pada Muharram 1437 kemarin,” ujar Tgk. Fauzan Iskandar Kembang Tanjung, koordinator acara Muharram Forsap, Jumat, 4 November 2016.

Tgk. Fauzan Iskandar menyebutkan, tahun ini santri Pidie mencetak sejarah yang belum pernah diraih sebelumnya oleh daerah lain di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga. “Atas kerja sama dan dukungan semua pihak, dewan guru dan santri baik putra dan putri, Kabupaten Pidie berhasil memborong semua juara umum atas empat katagori (juara umum lomba Muharram putra dan putri serta juara umum pendidikan putra dan putri),” kata motivator muda itu.

Dalam acara FORSAP itu juga dilantik pengurus baru. Selain itu, diisi tausiah oleh ulama Dayah MUDI Tgk. Mukhlisuddin Marzuki, M.A., akrab dipanggil Abi Muda Lamlo. Abi Muda mampu “membakar semangat perjuangan” anak Pedir di hadapan hampir 3.000 santri. Ia berharap agar prestasi ini mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi. Kata dia, mempertahankan lebih susah daripada mencapai kesuksesan.

“FORSAP mempunyai kekuatan yang besar maka dalam membangun suatu komunitas atau organisasi, pertama marilah kita perbaiki niat dan cinta karena Allah. Mudah-mudahan ke depan santri Pidie bisa berkiprah di kampung halaman masing-masing dalam menbentengi akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah,” pungkas Abi Muda Lamlo.

Secara terpisah ucapan selamat dan pesan dari sesepuh muda nan enerjik Pidie Tgk. Ahyar M. Gade, M.A. “Kami berharap anak-anak Pidie terus meningkatkan prestasi dan terus meningkatkan belajar sebagai bekal dalam berkontribusi untuk agama dan bangsa di tengah arus era globalisasi yang semakin tidak menentu,” papar penyuluh teladan dua periode itu dan satu-satunya ulama muda Aceh yang sempat diundang ke Jerman tahun lalu.[]