MEUREUDU – Keinginan untuk menziarahi makam Teungku Abdullah Syafii akhirnya kesampaian juga pada Sabtu, 2 September 2017.

Jam digital di gawai saya menunjukkan waktu pukul 18:00 WIB kurang seperempat saat saya tiba di kompleks makam di Gampông Blang Sukon, Kemukiman Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Langit dibaluri mendung.

Ditemani Bu Guru Jamaliyah, warga Teupin Jangat, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, saya melangkahkan kaki menuju area makam yang terletak di belakang musala.

Kondisi makam cukup bersih dan terawat. Bangunannya juga sudah permanen, sehingga memudahkan bagi peziarah untuk salat atau memanjatkan doa di makam.

Ada empat nisan yang ada di sana masing-masing milik Teungku Abdullah Syafii, Teungku Muhammad, M. Daud M. Hasyem dan Ummi Fatimah.

“Umi Fatimah itu istri Teungku Lah. Sedangkan Teungku Muhammad dan M. Daud itu dua anggota GAM yang gugur bersama Teungku Lah ketika itu,” kata Jamaliyah.

Jamaliyah sedikit banyak mengetahui cerita gugurnya Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang gugur pada 22 Januari 2002 silam dalam sebuah pertempuran di wilayah Cubo.

Abang iparnya Waled Ridwan Umar, salah satu orang yang memakamkan almarhum Teungku Lah —panggilan Abdullah Syafii- di pemakaman tersebut. Tidak banyak warga yang berani turut serta untuk menguburkan jasad Teungku Lah dan tiga jasad lainnya. Mereka takut.

“Waktu itu Waled Ridwan masih tinggal di dayah. Mereka dikuburkan tanpa dimandikan terlebih dahulu, karena syahid,” kata Jamaliah lagi.

Dayah yang dimaksud adalah Dayah Asjadi Darussa'adah, cabang Dayah Darussa'adah Teupin Raya di Cubo. Dayah ini letaknya tidak begitu jauh dari makam dan masjid.

Sebelumnya, saat saya singgah di rumah Waled Ridwan, istrinya Umi Masna mengatakan, dirinya punya kesan tersendiri pada almarhum Teungku Lah. Sosok tersebut menurutnya sangat bersahaja. “Beliau seorang ksatria,” kata Umi Zakiah mengenang sosok tersebut.

Di kompleks makam ini juga terdapat sebuah balai dan rumah milik keluarga almarhum Umi Fatimah. Di hari-hari tertentu banyak orang dari mana saja untuk berziarah ke makam tersebut.[]