Kata gadget dalam bahasa Inggris merujuk kepada perangkat atau alat mekanik atau elektronik yang berukuran kecil. “A small mechanical or electronic device or tool, especially an ingenious or novel one,” demikian definisi pada Oxford Dictionaries. Kata ini diduga berasal dari kata bahasa Prancis gachette dan pertama kali digunakan dalam buku Spunyarn and Spindrift, A sailor boy's log of a voyage out and home in a China tea-clipper karya Robert Brown (1886).

Glosarium Badan Bahasa mencantumkan “acang” sebagai padanan gadget. Awam kerap menyerap langsung kata ini dengan “gejet”. Meski dapat dianggap berasal dari akronim “alat canggih”, kata “acang” sendiri tidak berkesan canggih, sifat yang semestinya melekat pada suatu gadget. Pada suatu diskusi di milis penerjemah Bahtera, Erich Ekoputra menyodorkan istilah “gawai” sebagai alternatif padanan gadget. Kata ini lebih eufonis atau lebih sedap didengar daripada “acang”.

Kamus mencantumkan dua homonim “gawai”: (1) kerja; pekerjaan; (2) kl alat; perkakas. Arti pertama digunakan sebagai pembentuk kata “pegawai” yang masih sering dipakai, sedangkan arti kedua sudah hampir tidak dipakai dalam kosakata kita saat ini (ditandai dengan singkatan “kl” [klasik] di dalam kamus). Arti kedua inilah yang dipakai untuk memaknai gadget.

Ada satu kata lain yang didiskusikan padanannya pada utas diskusi yang sama di milis Bahtera tersebut, yaitu widget. Kata ini dicetuskan oleh George S. Kaufman dalam lakonBeggar on Horseback (1924) dan diduga diturunkan dari kata gadget. Perbedaan maknagadget dan widget di dalam bidang teknologi informasi masih menjadi perdebatan dan penggunaan keduanya pun kerap dipertukarkan. Diskusi di milis Bahtera kala itu memaknai widget sebagai “gadget yang kecil”. Oleh karena itu, muncullah usul untuk menggunakan “gawit”–akronim dari “gawai rawit” (rawit = kecil)–sebagai padanan widget.

Kata adalah perwujudan konsep yang merupakan konsensus sosial dari para penutur suatu bahasa. Saat pertama kali diperkenalkan sebagai padanan gadget, banyak orang yang mengerutkan kening saat mendengar kata “gawai”, mungkin karena selama ini hanya arti pertama kata ini (kerja, pekerjaan) yang dikenal oleh para penutur. Pelan-pelan “gawai” mulai banyak dipakai oleh berbagai media massa, antara lain oleh situs Gawai dari Beritagar. Mudah-mudahan tak lama lagi situs ini pun akan memakai “Warta” (News), “Ulasan” (Review), dan “Harga” (Price List).

Sumber: beritagar.id, Ivan Lanin